Total Anggaran Perbaikan Jalan Nasional di Kubar Capai Rp452 Miliar

  • 10 Mar 2026 17:00 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp452 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Kutai Barat (Kubar) hingga perbatasan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Anggaran jumbo ini dialokasikan melalui beberapa paket pekerjaan yang dikelola oleh sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BBPJN Kaltim, baik melalui skema kontrak tahun jamak (Multi-Years Contract/MYC) maupun kontrak tahun tunggal (Single Year).

Fokus Penanganan Tiga Ruas Utama

Perwakilan BBPJN Kaltim, Muh. Ruli Akib, menjelaskan terdapat tiga paket preservasi jalan dengan total anggaran hampir setengah triliun rupiah tersebut.

Ruas pertama meliputi Simpang Blusuh – Simpang Damai – Barong Tongkok – Mentiwan dengan anggaran Rp196 miliar. Ruas kedua meliputi Simpang Blusuh – Bentian Besar hingga Batas Kalteng dengan nilai Rp183 miliar. Sementara ruas ketiga berada di jalur Muara Muntai – Nayan hingga Simpang Tiga Blusuh dengan nilai kontrak Rp73 miliar.

“Untuk ruas Simpang Blusuh hingga Mentiwan sepanjang 64 kilometer, kami melakukan penanganan efektif sekitar 23 kilometer. Penanganannya berupa pekerjaan permanen seperti perkerasan beton (rigid pavement) serta peningkatan aspal mayor dan minor,” kata Ruli, Senin, 10 Maret 2026.

Ruli mengaku pihaknya juga menguji seluruh material di laboratorium sebelum digunakan di lapangan. Pengujian ini menentukan komposisi campuran semen, air, dan agregat agar mutu konstruksi sesuai desain.

Sambil menunggu pekerjaan permanen, tim di lapangan menutup sejumlah lubang sebagai penanganan sementara. Namun tingginya mobilitas angkutan berat, terutama kendaraan pengangkut CPO dan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), sering membuat perbaikan darurat tersebut kembali rusak dalam waktu singkat.

Para pejabat pembuat komitmen (PPK) BBPJN Kaltim saat berbicara dalam rapat dengan DPRD Kubar, 3 Maret 2026 di gedung dewan. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Ruas Muara Muntai – Nayan Selesai Ahir Desember

PPK 1.7 BBPJN Kaltim, Novi Ari, mengatakan untuk ruas Muara Muntai – Nayan hingga Simpang Tiga Blusuh dikerjakan dalam satu tahun anggaran. Pekerjaan utama di ruas ini berupa rekonstruksi rigid beton sepanjang 4,2 kilometer dengan ketebalan sekitar 28 sentimeter.

“Target kami sebelum Lebaran minimal 200 meter pekerjaan beton sudah selesai. Setelah Lebaran, pekerjaan akan kami lanjutkan hingga masa kontrak berakhir pada 31 Desember 2026,” ujarnya.

Ruas Simpang Blusuh – Batas Kalteng Jadi Tantangan Terbesar

Sementara itu, PPK 1.9 Joko Sidik Purnomo menangani ruas Simpang Tiga Blusuh – Batas Kalteng melalui paket multi-years periode 2025–2027 dengan nilai Rp183 miliar.

Joko menjelaskan ruas sepanjang 89,5 kilometer tersebut saat ini memiliki tingkat kemantapan jalan hanya sekitar 42,96 persen, sehingga menjadi salah satu ruas dengan kondisi terendah di jaringan jalan nasional Kalimantan Timur.

Pekerjaan pada paket ini meliputi rekonstruksi rigid pavement sepanjang 5,5 kilometer, pengaspalan 4,6 kilometer, penanganan titik longsor, serta penguatan 17 jembatan.

“Penanganan kami lakukan secara bertahap dan berbasis titik kerusakan, mulai dari Kampung Dingin di Siluq Ngurai sampai Bentian. Target kami pada akhir 2027 ruas dari Simpang Blusuh sampai Bentian Besar sudah mulus dan kemantapan jalannya mendekati target nasional 96 persen,” kata Joko.

Ia juga memastikan seluruh pekerjaan konstruksi utama akan dihentikan sementara pada H-10 hingga H+10 Lebaran guna menjaga kelancaran arus mudik.

Fokus Tangani Jalur Ekstrem

BBPJN Kaltim juga memprioritaskan perbaikan di sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan kerusakan dan kecelakaan, seperti Gunung Odang, Gunung Pancuran, dan Gunung Lantuk di wilayah Bentian Besar.

Di Gunung Odang, tim akan membangun rigid pavement sepanjang 600 meter sekaligus menambah lajur pendakian. Langkah ini bertujuan mempermudah kendaraan, terutama angkutan logistik bermuatan berat, saat melintasi tanjakan.

Selain itu, kontraktor juga memperbaiki geometri dan alinyemen jalan agar tanjakan menjadi lebih landai dan aman sehingga dapat menekan risiko kecelakaan.

“Saat ini pekerjaan di beberapa titik seperti Gunung Pancuran sudah memasuki tahap perkuatan tanah dasar sebelum dilapisi beton permanen,” ujar Joko.

Rekomendasi Berita