IKN Kian Hijau, Kemunculan Satwa Dinilai Bawa Sinyal Baik
- 17 Mar 2026 16:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemunculan satwa di IKN dinilai menjadi tanda pemulihan ekosistem berjalan positif.
- DPR nilai rehabilitasi hutan IKN membawa kabar baik bagi lingkungan.
- Warga dilibatkan lewat perhutanan sosial untuk jaga hutan sekaligus ekonomi.
- IKN diarahkan jadi kota hutan berkelanjutan.
- Perhutanan sosial dorong ekonomi dan konservasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kawasan rehabilitasi hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menunjukkan perkembangan positif. Dari pengamatan Otorita IKN, berrbagai jenis satwa terutama burung mulai kembali berdatangan ke area tersebut.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan menilai, kemunculan satwa menjadi sinyal baik bagi pemulihan ekosistem. Ia menyebut, kondisi ini sebagai kabar menggembirakan bagi keseimbangan lingkungan di kawasan IKN.
“Mulainya berbagai jenis satwa kembali datang ke kawasan rehabilitasi hutan di IKN menunjukkan bahwa proses pemulihan ekosistem berjalan dengan baik. Ini merupakan kabar menggembirakan bagi upaya menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pembangunan ibu kota baru,” kata Heryawan dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.
Heryawan juga mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung rehabilitasi hutan tersebut. Menurutnya, pembangunan IKN harus tetap menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Lebih lanjut, ia menekankan, pentingnya konsistensi dalam mewujudkan konsep kota hutan di IKN. Pembangunan diharapkan tidak mengorbankan lingkungan, tetapi justru memperkuat ekosistem yang ada.
Di sisi lain, program perhutanan sosial dinilai menjadi langkah strategis dalam melibatkan masyarakat. Dengan akses legal tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga berperan menjaga kelestarian hutan.
"Keberhasilan rehabilitasi hutan di IKN dapat menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Jika dikelola secara konsisten, IKN berpotensi menjadi model kota masa depan yang ramah lingkungan dan inklusif," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan, transformasi dari hutan monokultur eukaliptus menuju hutan hujan tropis mulai menunjukkan hasil. "Peningkatan keanekaragaman hayati menjadi indikator keberhasilan pemulihan ekosistem,"'ucap Basuki.
Sejalan dengan itu, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mendukung, langkah penghijauan di kawasan IKN. Upaya ini, lanjutnya, merupakan bagian dari visi menjadikan IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan.
Dikatakan, selain aspek ekologi, pembangunan juga memperhatikan dimensi sosial masyarakat sekitar. Karena itu, pemerintah telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada kelompok tani setempat.
"Program tersebut memberikan akses legal bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan secara berkelanjutan. Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga," ujarnya.