Presiden Prabowo Tegaskan Jaga Defisit APBN Tak Melebihi 3 Persen
- 15 Mar 2026 10:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Batas maksimal defisit anggaran tersebut ditetapkan sebesar tiga persen dari produk domestik bruto sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Kita berharap selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah, kalau bisa, kita tidak memiliki defisit," ujar Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Presiden menjelaskan pemerintah berupaya memastikan penerimaan negara mampu menutup kebutuhan belanja negara. Dengan begitu, ketahanan fiskal nasional dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Presiden juga menanggapi kekhawatiran sebagian pihak mengenai potensi pelebaran defisit anggaran. Kekhawatiran itu muncul di tengah konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Menurut Presiden , kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga bahan bakar hingga komoditas pangan. Namun pemerintah menilai situasi masih dapat dikendalikan melalui sejumlah langkah strategis.
"Kita, alhamdulillah, sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar. Untuk BBM, sebenarnya kita sudah memiliki rencana-rencana, dan ini akan kita akselerasi," ucap Presiden.
Presiden menjelaskan pemerintah juga menyiapkan sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak. Beberapa di antaranya berasal dari sumber daya alam domestik seperti bioetanol dan biofuel.
Meski demikian, Presiden menilai langkah penghematan energi tetap perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Hal ini mengingat situasi geopolitik global masih berpotensi mempengaruhi stabilitas energi.
"Tentunya kita juga harus melakukan langkah-langkah proaktif, artinya, kita perlu melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita akan selalu aman," ujar Presiden.
Presiden mengungkapkan rasa syukur karena ketahanan energi nasional aman, namun tetap harus ada upaya penyesuaian konsumsi BBM. "Kita bersyukur saat ini aman, tetapi tetap harus ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," kata Presiden.