Ancaman Krisis Global, Presiden Prabowo: Indonesia Relatif Aman Masalah Pangan

  • 09 Mar 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berada dalam posisi relatif aman menghadapi potensi krisis global. Menurutnya, salah satu kekuatan utama Indonesia saat ini terletak pada ketahanan pangan nasional.

Presiden Prabowo menilai situasi dunia saat ini tengah diliputi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Kondisi tersebut salah satunya dipicu konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan. Tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” ucap Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan ratusan jembatan di seluruh Indonesia secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 9 Maret 2026.

Selain pangan, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kemandirian energi bagi Indonesia di masa depan. Presiden berharap Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak melalui pemanfaatan sumber daya alam.

Menurutnya, komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Dengan pengelolaan yang tepat, sumber daya tersebut dapat mendukung kemandirian energi nasional.

Presiden juga mengingatkan bahwa situasi global saat ini penuh dengan ketidakpastian dan potensi konflik. Oleh karena itu, Indonesia harus tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi kondisi nasional.

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi serta potensi sumber daya nasional secara cermat. Berdasarkan berbagai perhitungan tersebut, Presiden optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari, kita menemukan kekayaan-kekayaan baru. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu," kata Presiden.

"Tetapi perkiraan saya kita akan keluar dari keadaan krisis ini. Dengan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” ucap Presiden.

Peesiden menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam menghadapi ketidakpastian global. Setelah berhasil menjaga produksi beras nasional, pemerintah juga menargetkan kemandirian protein dalam waktu mendatang.

Rekomendasi Berita