Tol Purwomartani Disiapkan Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran
- 11 Mar 2026 12:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY bersama kepolisian menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik dan arus balik Idulfitri 2026. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah memfungsikan secara sementara ruas Tol Purwomartani untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan yang keluar dari wilayah Yogyakarta.
Hal tersebut disampaikan Kapolda DIY, Brigjen Pol. Anggoro Sukartono, usai mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda mengenai kesiapan pengamanan libur Lebaran di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/3/2026). Skema ini disiapkan agar arus lalu lintas selama arus balik dapat berjalan lebih lancar dan nyaman bagi para pemudik.
Anggoro menjelaskan, rencana pengoperasian tol tersebut telah melalui proses peninjauan bersama Kementerian Perhubungan. Dalam skema yang disiapkan, ruas Tol Purwomartani direncanakan berfungsi sebagai jalur satu arah untuk mengalirkan kendaraan yang hendak keluar dari DIY setelah puncak kedatangan pemudik.
“Kami sudah menerima informasi dari Kementerian Perhubungan bahwa Tol Purwomartani akan difungsikan satu arah untuk akses keluar dari DIY,” ujarnya.
Kebijakan ini disusun dengan mempertimbangkan tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan menuju Yogyakarta selama masa Lebaran. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan ke wilayah DIY diproyeksikan mencapai sekitar 8,2 juta orang.
Perkiraan tersebut dihitung dari sejumlah indikator, mulai dari estimasi penggunaan kendaraan pribadi, jumlah penumpang kereta api yang tiba di Stasiun Tugu dan Lempuyangan, hingga pemantauan kendaraan yang melintas melalui jalur tol utama seperti Gerbang Tol Kalikangkung.
Sebagian besar pemudik diperkirakan berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan waktu tempuh perjalanan darat sekitar enam jam, peningkatan arus kendaraan diprediksi mulai terjadi beberapa hari menjelang Lebaran.
“Data inilah yang akan digunakan untuk memprediksi kemacetan. Mengingat penyumbang wisatawan terbesar adalah dari Jakarta, kita memprediksi jarak tempuh wajar mengemudi dari Jakarta ke Jogja. Dalam waktu sekitar 6 jam mereka sudah bisa masuk wilayah kita dengan biaya perjalanan yang relatif murah,” ujar Anggoro.
Puncak kedatangan pemudik diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-3 Idulfitri. Pemerintah pusat juga telah mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut melalui kebijakan libur panjang serta penerapan skema Work From Anywhere (WFA) pada beberapa sektor pekerjaan.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang luas kepada masyarakat mengenai kondisi lalu lintas di Yogyakarta. Menurut Anggoro, langkah ini penting agar para pengunjung memahami situasi jalan sebelum memasuki wilayah DIY.
“Ada satu hal penting yang dilakukan oleh Pemda DIY, yaitu masifikasi informasi kepada masyarakat. Ini sangat krusial. Setiap orang yang datang harus tahu tentang kondisi lalu lintas Jogja. Upaya ini dilakukan untuk mencegah bertemunya ketidaktahuan wisatawan dengan kondisi titik-titik rawan di Jogja,” kata Anggoro.
Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai platform navigasi digital seperti Google Maps dan Waze agar rute perjalanan yang ditampilkan sesuai dengan pengaturan lalu lintas di lapangan. Upaya ini bertujuan mencegah kendaraan dialihkan ke jalan-jalan kecil yang minim pengawasan dan berpotensi menimbulkan kemacetan baru.
“Dalam perkembangannya, situasi di lapangan bisa berubah setiap hari. Apabila ada jalur yang berpotensi menimbulkan kerawanan lalu tiba-tiba dialihkan oleh sistem Google Maps, hal ini yang harus kita cegah. Kita arahkan masyarakat agar tetap berada pada lajur dan jalur utama yang memang dijaga petugas,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai estimasi antrean kendaraan di suatu jalur, baik sekitar satu jam, 15 menit, maupun 10 menit. Dengan informasi tersebut, pengguna jalan diharapkan dapat mengetahui kondisi lalu lintas secara lebih akurat saat melintasi jalur tertentu.