Ajak Anak Muda Peduli Sungai

  • 10 Mar 2026 13:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan sumber kehidupan, ruang sosial, hingga ruang budaya bagi masyarakat. Di Yogyakarta, sungai seperti Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga.

Anak-anak dahulu mandi dan bermain di sungai, sementara warga memanfaatkannya untuk mencuci dan mendukung aktivitas ekonomi. Namun kini, wajah sungai berubah akibat persoalan sampah, limbah domestik, dan pencemaran lingkungan.

Ketua Forum Komunitas Sungai Yogyakarta, H. Harris Syarif Usman, SJ MKN, menegaskan pentingnya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian sungai.

“Menurut saya anak muda memiliki energi dan peran strategis sebagai penggerak perubahan lingkungan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Senada dengan itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITY, Ferdiyanto, menyampaikan bahwa sejak 2023 pihaknya rutin menggelar aksi bersih-bersih di Sungai Code. Bersama komunitasnya, mereka fokus menangani persoalan limbah sekaligus membangun koordinasi lintas pihak untuk pembersihan sungai di Code dan Winongo.

Ferdiyanto mengapresiasi gerakan reresik sungai yang dinilai mulai menunjukkan hasil nyata. Meski demikian, tantangan terbesar yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat serta rasa malas atau “mager” di kalangan anak muda.

Dalam setiap kegiatan bersih sungai, faktor keamanan menjadi perhatian utama. Relawan selalu memantau kondisi cuaca, menggunakan sepatu bot, masker, sarung tangan, dan topi, serta menunda kegiatan jika hujan turun demi menghindari risiko.

Selain aksi lapangan, edukasi juga dilakukan melalui program Sekolah Sungai yang digagas oleh H. Harris Syarif Usman. Program ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami ekosistem sungai dan menumbuhkan kepedulian agar sungai kembali menjadi ruang hidup yang bersih dan berdaya.

Rekomendasi Berita