Bawaslu Gunungkidul Kick Off Ngabuburit Pengawasan

  • 27 Feb 2026 19:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Gunungkidul resmi menggelar Kick Off Ngabuburit Pengawasan pada Kamis 26 Februari 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini terbuka untuk umum dan diikuti jajaran pengawas pemilu, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat luas. Forum tersebut menjadi ruang diskusi awal untuk memperkuat kapasitas kelembagaan menjelang tahapan pemilu dan pemilihan mendatang.

Mengusung tema “Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu & SDM Pengawas Pemilu”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, dan Anggota Bawaslu DIY, Agung Nugroho. Diskusi dipandu oleh Agung Supriadi, Staf Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, yang bertindak sebagai moderator.

Agung Nugroho saat memaparkan Rencana Strategis Bawaslu dalam Kick Off Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Kabupaten Gunungkidul secara daring, Kamis (26/2/2026). (Foto: Humas Bawaslu Gunungkidul)

Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Andang Nugroho, M.I.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas pengawasan pemilu bukan perkara ringan. Ia menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang solid dan kolaboratif dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. “Kita perlu SDM yang memadai dan saling berkolaborasi. Ngabuburit ini adalah usaha kita untuk terus meningkatkan pengetahuan di bidang pengawasan agar lembaga tetap siap dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Dalam arahannya, Mohammad Najib mengibaratkan tata kelola lembaga seperti sebuah tim sepak bola yang harus bermain kompak untuk meraih kemenangan. Menurutnya, tanpa organisasi yang rapi dan sistem kerja yang terstruktur, lembaga akan berjalan lambat dan kehilangan profesionalisme. “Tata kelola yang baik memastikan kita bergerak sebagai satu sistem yang solid, bukan sekadar kerumunan. Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada seberapa cepat dan akurat kita bekerja,” katanya.

Muhammad Najib saat menyampaikan arahan dalam Kick Off Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Kabupaten Gunungkidul secara daring, Kamis (26/2/2026). (Foto: Humas Bawaslu Gunungkidul)

Najib juga mendorong para alumni kader pengawas, seperti Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) dan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), untuk tetap menjadi bagian dari keluarga besar pengawasan pemilu. Ia berharap kader yang telah ditempa melalui berbagai program pelatihan dapat terus berkontribusi di semua tingkatan pengawasan. Optimalisasi SDM, lanjutnya, menjadi kunci dalam menjaga performa lembaga agar tetap adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan.

Sementara itu, Agung Nugroho memaparkan Rencana Strategis (Renstra) Bawaslu yang berorientasi pada penguatan demokrasi substansial menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan survei Litbang Kompas, Bawaslu saat ini menempati tingkat kepercayaan publik tertinggi kedua setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Target kita di 2029 adalah 100 persen penindakan pelanggaran yang cepat dan melatih lebih dari 27.000 kader partisipatif. Untuk mencapainya, tiap fungsi dalam struktur baik komisioner maupun secretariat harus berjalan sesuai porsinya, seperti komponen pada sepeda motor yang saling mendukung,” ucapnya.

Dalam sesi diskusi, turut dibahas keterbatasan anggaran di daerah serta tantangan perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang berpotensi memunculkan hoaks dan manipulasi data. Bawaslu menegaskan telah memulai langkah antisipasi melalui pengawasan digital dan kolaborasi dengan kepolisian serta lembaga terkait. Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Kabupaten Gunungkidul berkomitmen membangun ruang literasi yang edukatif dan partisipatif guna memperkuat demokrasi yang berintegritas di tingkat daerah.

Rekomendasi Berita