FPMAP Desak Seleksi PAW Komisioner KPU Papua Pegunungan Transparan

  • 08 Mar 2026 15:01 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Forum Pemuda dan Masyarakat Asli Papua (FPMAP), mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan, untuk melakukan seleksi Pengganti Antar Waktu (PAW) Komisioner KPU Provinsi secara terbuka dan transparansi. Desakan ini disampaikan FPMAP, saat melakukan aksi spontan ke kantor KPU Papua Pegunungan, Kamis (5/3/2026).

Kordinator aksi, Melianus Wantik, kepada awak media menyatakan bahwa selain dilakukan secara transparansi dan terbuka, ia juga meminta agar PAW Komisioner KPU Provinsi, harus di jabat oleh Orang Asli Papua Pegunungan, yang memiliki integritas dan netralitas yang tinggi. “Kami orang Papua Pegunungan ini sudah saatnya untuk berdiri ditanahnya sendiri, jadi jangan lagi ada interfensi orang luar yang mau duduk jadi PAW Provinsi,” ujarnya.

Pihaknya tidak menginginkan dalam proses penyeleksiaan PAW Komisioner ada keterlibatan oknum tertentu yang menggiring proses penyeleksian untuk kepentingan politik secar individu.

“Kalau ada kucing kucuingan dalam penyeleksian nantinya maka kami pastikan akan melakukan aksi yang lebih besar,” tegasnya.

Sementara itu, penanggung jawab aksi,Yance Itlay, mengharapkan agar penyeleksiaan PAW Komisioner KPU Provinsi, dilakukan berdasarkan peraturan atau mekanisme yang sudah ditetapkan. Senada dengan Melianus, Yance juga menegaskan agar dalam penyeleksian PAW tidak boleh ada intervensi politik dari pihak manapun.

“Jangan ada intervensi yang bisa berdampak pada cacat hukum utamanya kercayaan rakyat akan lembaga ini harus bisa dijaga dengan baik,” ungkapnya.

Aspirasi FPMAP peduli transparansi seleksi PAW KPU, diterima langsung oleh Pelaksana harian (Plh) Sekertaris KPU Provinsi Papua Pegunungan, Adden Siagian. Ia menjelaskan, bahwa aspirasi ini nantinya akan diserahkan ke Ketua KPU Papua Pegunungan, untuk selanjutnya ditindak lanjuti.

“Semua Komisioner saat ini ada kegiatan di luar kota, jadi saya terima dulu dan selanjutnya nanti saya teruskan ke pimpinan kami karena saya juga tidak punya kapasitas untuk menanggapi hal ini,” tutupnya.

Rekomendasi Berita