Geisler Ap Harap Dukungan Untuk Ikuti Dalam Perebutan ABF
- 23 Feb 2026 13:03 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Petinju Profesional kebanggaan tanah Papua yang mengawali karir tinju di Papua Pegunungan, Geisler Ap, meminta dukungan kepada pemerintah daerah dan provinsi, guna mengikuti pertandingan tinju internasional di Thailand, yang dijadawalkan akan digelar pada 28 Februari 2026. Hal tersebut disampaikan Geisler, saat ditemui awak media di Wamena, Sabtu (21/2/2026).
Dikatakan dalam memperebutkan sabuk ABF (Asian Boxing Federation) dirinya sudah sangat siap, hanya saja hingga kini masih kurang dukungan untuk membiayai sejumlah administrasi ke promotor tinju, termasuk biaya perjalanan, serta biaya untuk persiapan lainnya. Ia menegaskan bahwa dalam perebutan sabuk ABF, dirinya bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama daerah, provinsi, bahkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Saya sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten karena ini saya membawa nama baik daerah, provinsi, dan juga membawa nama baik Negara Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan, untuk memuluskan perjalanan ke Thailand nanti, dirinya telah berupaya mencari dukungan dengan mengajukan proposal sponsor ke sejumlah perusahaan dan pengusaha di Jayawijaya. Namun hingga kini, belum ada tanggapan yang diterima terkait permohonan tersebut.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan kemungkinan sanksi dari badan tinju internasional apabila tidak dapat mengikuti pertandingan yang telah dijadwalkan. Sanksi tersebut berpotensi membatasi kesempatannya untuk bertanding di berbagai negara.
“Saya akan diputuskan oleh badan tinju, dan saya tidak bisa bertanding tinju di beberapa negara nantinya,” kata Geisler.
Lebih lanjut, The King Of Papua ini berharap, adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah maupun provinsi agar Ia dapat berangkat ke Thailand sesuai jadwal. Ia menambahkan bahwa tahun 2026 merupakan tahun terakhirnya sebagai petinju profesional, sehingga setiap pertandingan memiliki arti penting dalam menutup kariernya.
Ia juga berencana menutup karier tinjunya dengan pertandingan terakhir di Wamena pada Agustus 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada daerah asalnya. “Saya ingin tunjukan dan saya ingin buktikan bahwa Papua bisa,” tutupnya.