Greenland Jadi Rebutan Strategis Amerika dan Dunia
- 23 Jan 2026 13:01 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena: Greenland tengah menjadi sorotan global setelah kembali disebut sebagai wilayah strategis yang diincar Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Isu ini mencuat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Arktik, di mana Greenland dianggap memiliki nilai militer, ekonomi, dan strategis yang sangat besar.
Nilai strategis Greenland terutama terletak pada posisi geografisnya di kawasan Arktik, yang menjadi jalur penting antara Amerika Utara dan Eropa. Wilayah ini juga menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, Pituffik Space Base, yang berperan dalam sistem peringatan dini rudal dan pengawasan keamanan global.
Lokasi Greenland juga berada di jalur strategis laut GIUK Gap, yang penting untuk memantau pergerakan kapal Rusia dan China. Posisi tersebut menjadikan Greenland kunci dalam strategi pertahanan NATO.
Selain kepentingan militer, Greenland juga memiliki cadangan sumber daya alam yang sangat besar, termasuk rare earth elements dan mineral strategis yang dibutuhkan untuk industri teknologi, kendaraan listrik dan energi terbarukan. Laporan menyebut bahwa Greenland memiliki puluhan jenis mineral strategis yang dianggap vital bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan Uni Eropa, termasuk grafit, uranium, dan rare earth elements.( www.aa.com.tr)
Dikutip juga dari website news.prai.co, Perubahan iklim turut meningkatkan nilai Greenland, karena mencairnya es Arktik membuka jalur pelayaran baru yang lebih cepat antara Asia, Eropa dan Amerika Utara. Jalur ini berpotensi mengubah peta perdagangan global dan menjadikan Greenland sebagai pusat logistik serta ekonomi baru di kawasan utara dunia.
Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland juga dipengaruhi oleh persaingan geopolitik dengan Rusia dan China, yang semakin aktif memperluas pengaruh di kawasan Arktik. Greenland dianggap sebagai wilayah strategis untuk menjaga stabilitas regional dan mempertahankan dominasi Barat di kawasan tersebut.
Meski menjadi incaran kekuatan global, pemerintah Greenland dan Denmark menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak untuk dijual, dan masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri. Perdebatan mengenai Greenland pun mencerminkan meningkatnya rivalitas global atas sumber daya, keamanan dan jalur perdagangan di masa depan.