Aset Gereja GKI di Tanah Papua Klasis Baliem Yalimo Bertambah
- 19 Feb 2026 13:22 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Ketua Badan Pekerja Sinode wilaya 10 GKI di Tanah Papua Pendeta Yudas Meage mengatakan gedung Pastori yang mewa yang diresmikan itu meruapakan aset gereja GKI di Tanah Papua.
Hal itu dikatanya pada peresmian Rumah Pastori Jemaat GKI Lachay Roi Hom-Hom di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada rabu ( 18-2-2026).
Peresmian yang dilaksanakan itu meruapakan pusat atau tempat dimana misi untuk mengabarkan injil, dan menjadi tempat untuk mempersiapkan makan rohani sebelum misi itu dibawa ke mimbar gereja.
Pembangunan di Gereja Lachay Roi Hom-Hom dibangun oleh seorang perempuan itu semuah hanya karena kuat kuasa dari Tuhan itu sendiri.
“Semua orang bisa membangun- setiap orang bisa bisa bekerja, dan setiap orang bisa berkhotba tetapi Pendeta perempuan itu meletakan misi itu pada niat dan semangat untuk membangun kepentingan umum, kepentingan pelayanan,” ujar Pendeta Meage.
Pendeta Meage juga mngucapkan teriam kasih kepada para pendahulunya yang telah datang untuk mewartakan firman Tuhan di Tanah Papua Pegunungan ini.
Bagaimana misi tuhan itu dijaga supaya api pekabaran injilitu tidak tergilas oleh perkembangan dan kepentingan, maka firman itu harus dijaga, terus dijaga, itu meruapakan satu komitmen iman, bukan otoriter tetapi komitmen iman yang sunggu.
Ketua panitia pembangunan Pastori Jemaat GKI Lachay Roi Hom-Hom Wamena Karel Tehupuring mengatakan, kebutuhan Rumah Tuhan dirasakan sangat penting dan urgen bagi jemaat GKI Lachayroy hom-hom, meningat rumah pastori yang lama dibangun pada tahun 2006 lalu, namun kerana usia rumah yang sudah tua dan usang membuat jemaat harus membangun pastori yang baru untuk menunjang pelayanan bagi pendeta jemaatnya.
“pastori kami sudah 20 tahun sehingga apabilah musim penghujan akan terjadi Banjir dari beberapa kali di sekitar kompleks gereja,”Jelas Ketua Panitia Karel Tehupuring.
Tujuan dari pembangunan Pastori Jemaat GKI Lachay Roi Hom-Hom adalah memfasilitasi pelayanan Pendeta yang bersumpatif untuk melayani umat Tuhan Jemaat di daerah ini. Meggalang seluruh simpatisan jemaat di daerah ini untuk membangun rumah pastori. Serta menjamin kelancaran pelayanan jemaat kepada umat Tuhan di aderah ini.
“Kami juga menyediakan Ruang keluarga, Ruang Tamu, kamar tamu, ruang konseling dan ruang doa, kamar tidur istirahat, fasilitas dapur, toilet serta ruang bermain,” jelas karel Tehupuring.
Panitia pembangunan Rumah Pastori ini sendiri terbentu dalam Surat Keputusan Nomor 6 tahun 2023 pada tanggal 20 juli. Setelah itu ada beberapa perupaban kepaniataan dikarenakan adanya beberapa tambahan pembangunan. Panitia mulai bekerja kurang lebih 2 tahun dan menyelesaikan pembanguan tepat waktu untuk digunakan.