Jaga Stabilitas Harga Menjelang Idulfitri Gubernur Gelar Pasar Murah di Tuban

  • 05 Mar 2026 16:39 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri melalui kegiatan pasar murah yang digelar di Kabupaten Tuban, Kamis 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap program yang telah dijalankan oleh para bupati dan wali kota di daerah masing-masing.

“Pasar murah ini selaras dengan program yang digelar oleh bupati maupun wali kota di seluruh Jawa Timur. Kami hanya memberikan penguatan atas berbagai langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah,” ujar Khofifah.

Ia menyebutkan, kegiatan pasar murah biasanya difokuskan pada wilayah permukiman yang jaraknya cukup jauh dari pasar tradisional. Hal ini dilakukan agar keberadaan pasar murah tidak menjadi pesaing bagi pedagang di pasar tradisional, melainkan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Khofifah, menjelang Idulfitri umumnya terjadi peningkatan harga sejumlah kebutuhan pokok. Oleh karena itu, langkah pengendalian inflasi dan stabilisasi harga perlu terus dilakukan, salah satunya dengan menghadirkan pasar murah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Upaya ini kami lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari langkah menjaga stabilitas harga dan inflasi,” katanya.

Sepanjang tahun 2026, kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mencapai titik ke-33. Dalam setiap pelaksanaannya, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia serta ibu hamil.

Ia menegaskan, sejak awal pelaksanaan pasar murah, pemerintah provinsi selalu menyalurkan bantuan beras seberat 5 kilogram kepada para lansia. Selain itu, telur juga dibagikan kepada anak-anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi, khususnya bagi anak dan ibu hamil.

“Pemberian telur ini merupakan kontribusi kami dalam membantu mencukupi kebutuhan protein bagi anak-anak dan ibu hamil,” katanya.

Dalam kegiatan pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar. Telur yang di pasaran sekitar Rp30 ribu per kilogram dijual seharga Rp22 ribu per kilogram. Daging ayam dari harga pasar sekitar Rp42 ribu per kilogram dijual Rp30 ribu per kilogram.

Selain itu, gula pasir yang di pasaran mencapai Rp17 ribu per kilogram dijual Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng dari harga sekitar Rp16 ribu dijual Rp13 ribu per liter, serta cabai rawit yang di pasaran mencapai Rp80 ribu per kilogram dijual Rp40 ribu per kilogram.

“Selisih harganya cukup signifikan, karena kami ingin menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di Jawa Timur,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita