BPBD Gerak Cepat Respon Bencana Alam Kei Besar
- 23 Feb 2026 13:44 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Menanggapi keluhan warga mengenai kerusakan tanggul penahan ombak di Desa Rerean, Kecamatan Kei Besar (Kebes) Selatan Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tenggara menyatakan telah menerima laporan tersebut. Air laut dilaporkan sudah masuk ke permukiman warga meskipun masyarakat setempat telah membangun tanggul darurat dari tumpukan pasir secara swadaya, namun tanggul tersebut kembali jebol akibat terjangan ombak.
Pelaksana Harian Sekretaris Kalaksa BPBD Maluku Tenggara, Etus Maturbong, saat dihubungi tim RRI melalui sambungan telepon Senin (23/2/2026) mengatakan, informasi kerusakan tanggul baru diterima pihaknya pada hari ini. Laporan tersebut langsung diteruskan ke Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah berkoordinasi secara internal agar persoalan ini bisa segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Etus.
BPBD menyarankan pemerintah desa setempat untuk segera berkoordinasi dengan camat yang membawahi wilayah tersebut. Koordinasi ini diperlukan guna melengkapi data awal serta memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh.
Selain menindaklanjuti laporan kerusakan tanggul, petugas BPBD Kabupaten Maluku Tenggara telah menuju wilayah Kei Besar. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung dampak banjir di Ohoi Fako sekaligus mengecek kondisi tanggul penahan ombak di Desa Rerean.
“Kami akan melihat langsung kondisi di lapangan dan hasilnya akan kami sampaikan kepada Bupati untuk tindak lanjut selanjutnya,” ujar Etus.
Etus menegaskan hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar rekomendasi penanganan darurat dan kebijakan pemerintah daerah. Ia berharap langkah cepat dapat mencegah dampak yang lebih luas bagi keselamatan warga pesisir.