Bappenas Soroti Ketahanan Pangan dan Iklim Maluku Tenggara

  • 21 Feb 2026 15:50 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kerawanan pangan, air, dan dampak perubahan iklim masih menjadi tantangan struktural yang perlu segera diatasi dalam pembangunan wilayah timur Indonesia. Kabupaten Maluku Tenggara dinilai membutuhkan strategi terpadu agar mampu mencapai swasembada pangan, air, dan energi sebagaimana arahan Presiden, Sabtu (21/2/2026).

Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandari, menyampaikan rendahnya indeks ketahanan pangan menunjukkan masih adanya kerentanan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi tersebut diperparah oleh kerawanan perubahan iklim yang berdampak signifikan terhadap wilayah pesisir dan kepulauan seperti Maluku Tenggara.

“Rendahnya indeks ketahanan pangan menunjukkan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara masih menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan pangan, air, dan ketahanan wilayah,” ujar Ika.

Selain pangan, aspek air dan energi juga masih memerlukan penguatan kebijakan yang lebih adaptif. Tingkat kerentanan kekeringan tergolong tinggi, sementara sektor energi cukup tersedia namun perlu dioptimalkan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.

“Ke depan, optimalisasi energi berbasis energi baru terbarukan menjadi penting untuk memperkuat ketahanan energi daerah,” katanya.

Di sisi lain, Maluku Tenggara memiliki modal dasar pembangunan yang kuat pada sektor perikanan. Data produksi perikanan tangkap dan budidaya menempatkan daerah ini pada peringkat kedua di Provinsi Maluku, yang cukup strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ika menegaskan, optimalisasi sektor perikanan perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah agar memberi dampak ekonomi yang lebih luas.

Kolaborasi kebijakan pusat dan daerah diharapkan mampu mengakselerasi potensi unggulan sebagai penggerak utama pembangunan berkelanjutan di Maluku Tenggara.

Rekomendasi Berita