Kemenag Sosialisasi Tekan Perundungan dan Kekerasan di Sekolah
- 15 Feb 2026 13:31 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan religius terus digalakkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Melalui kolaborasi lintas fungsi, para Penyuluh Agama bersama Staf Bimbingan Masyarakat (Bimas) menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) bagi siswa-siswi SMP Negeri 4 Tanimbar Selatan, Desa Wowonda, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam menekan angka perundungan (bullying) serta kekerasan di lingkungan sekolah, dengan menyentuh sisi spiritualitas dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sinergitas ini menghadirkan para tokoh yang berkompeten di bidangnya. Hadir memberikan materi dari unsur Penyuluh Agama Katolik, yaitu Yohanis Falirat dan Maura Ratuanik, serta Penyuluh Agama Kristen, Teli Maria Sambonu.
Tidak hanya dari unsur penyuluh, penguatan program ini juga didukung penuh oleh jajaran Staf Bimas Katolik Kemenag Kepulauan Tanimbar, yakni Dan Warkor, Yosep Serin, dan Agatha Muhamad Amin.
Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan bahwa isu perlindungan anak merupakan prioritas bersama demi masa depan generasi Tanimbar yang unggul.
Dalam pemaparannya, tim sosialisasi menekankan beberapa poin krusial kepada para siswa terkait Pendidikan Karakter Berbasis Iman, diantaranta engajak siswa mengimplementasikan ajaran agama sebagai dasar dalam berinteraksi dengan sesama teman.
Memberikan pemahaman mengenai dampak buruk perundungan, baik secara fisik maupun psikis (mental) dan mengangkat hak Anak dalam Pendidikan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan haknya untuk belajar tanpa rasa takut dan diskriminasi.
Penyuluh Agama Katolik dan Kristen secara bergantian menekankan bahwa sekolah ramah anak bukan sekadar pemenuhan fasilitas fisik, melainkan tentang membangun ekosistem yang penuh kasih.
"Sekolah harus menjadi tempat yang membahagiakan. Siswa-siswi di SMP Negeri 4 Tanimbar Selatan diajak untuk saling menjaga, menghargai perbedaan, dan menjadikan nilai agama sebagai benteng dalam berperilaku”, ungkap Penyuluh.