Pemda Buol akan Tindak Tegas Jual Elpiji 3 kg di atas HET

  • 12 Mar 2026 12:59 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Buol – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Buol mulai mengeluhkan kelangkaan serta lonjakan harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah.

Plt.Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Daerah Buol, Ani Siti Hampiah, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya memang menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram. Keluhan tersebut disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial Harga Gas 3Kg mencapai Rp.90 Ribu jauh dari HET Rp.30 Ribu per tabung.

Menurut Ani, dari sisi distribusi maupun kuota sebenarnya tidak mengalami gangguan. Namun lonjakan harga diduga terjadi di tingkat pengecer. Padahal dalam regulasi tata niaga elpiji 3 kilogram, distribusi resmi hanya diperbolehkan dari pangkalan langsung kepada konsumen dan tidak mengenal sistem pengecer.

Menyikapi kondisi tersebut, tim Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk atas arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Buol telah melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tim tersebut terdiri dari Dinas Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Sidak dilakukan terhadap pengecer gas elpiji serta 231 pangkalan yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Buol. Dari hasil pemeriksaan, petugas masih menemukan sejumlah pangkalan yang melanggar aturan, baik dalam pendistribusian maupun menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp30 ribu per tabung.

"Satu minggu ini tim terus turun kelapangan melakukan pengawasan,ada satu pangkalan yang menjual diatas het,langsung di BAP oleh satpol pp,dan dilaporkan ke agen,jika tetap melakukan pelanggaran ,akan diberikan sanksi mulai pengurangan jatah hingga penghentian distribusi ke pangkalan yang melanggar"Tegas Ani Kamis(12 Maret 2026)

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buol, Muhammad Rizal, menyebutkan bahwa pasokan gas elpiji 3 kilogram untuk wilayah Buol saat ini masih dalam kondisi aman.adanya penjualan gas 3 kg di tingkat pengecer perlu ditelusuri dan ditindak tegas,karena sesuai ketentuan satu orang satu tabung saat pendistribusian ke pangkalan ,tapi kenyataan ada yang bisa mendapat hingga beberapa tabung.

"Kami mengimbau adanya dukungan dan kerja sama dari semua pihak. masyarakat yang tergolong mampu seperti ASN, TNI, Polri, hingga pelaku usaha rumah makan untuk tidak menggunakan gas elpiji subsidi 3 kilogram dan beralih ke gas non-subsidi.gas elpiji 3 kilogram merupakan subsidi pemerintah yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu, sebagaimana tercantum pada tabung gas tersebut."Harapnya

Muhammad Rizal berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta pengawasan bersama dari pemerintah dan aparat terkait, permasalahan gas elpiji khususnya menjelang Lebaran tidak terus terjadi di Kabupaten Buol.

Rekomendasi Berita