Pelajar Tolitoli Tunjukkan Kepahlawanan Lewat Aksi Sosial

  • 09 Nov 2025 22:48 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Memperingati Hari Pahlawan setiap 10 November, generasi muda Indonesia membuktikan bahwa kepahlawanan tidak selalu harus melalui senjata. Para pelajar menekankan bahwa menjadi pahlawan dapat diwujudkan melalui karya, belajar, dan aksi sosial.

Menurut Aira, pelajar SMA Negeri 1 Tolitoli, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum meneladani semangat juang pahlawan dengan cara yang sesuai zaman. “Sekarang, menjadi pahlawan bisa lewat hal kecil, seperti membantu teman, rajin belajar, dan aktif di kegiatan sosial,” ujarnya.

Ifa, pelajar SMK, menambahkan bahwa kreativitas juga merupakan bentuk perjuangan modern. “Pahlawan zaman dulu berjuang dengan senjata, sekarang kita bisa berjuang lewat karya yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Para pelajar menilai kegiatan sosial di sekolah, seperti bakti sosial, lomba kebersihan, dan pengembangan diri, adalah cara praktis menyalurkan semangat kepahlawanan. Hal ini sekaligus mengajarkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Penguatan nilai kepahlawanan di kalangan pelajar penting agar mereka memahami sejarah sekaligus menerapkan semangat juang dalam kehidupan sehari-hari. “Anak muda bisa menjadi pahlawan di lingkungannya sendiri melalui tindakan nyata dan disiplin belajar,” ujar Aira kepada rri.co.id, Minggu (9/10/2025).

Pengamat pendidikan menekankan, Hari Pahlawan bukan hanya untuk mengenang jasa pahlawan, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, keberanian, dan kepedulian di generasi muda. Cara ini memastikan semangat juang tetap hidup di era modern.

Dengan demikian, meski zaman telah berubah, para pelajar menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan tetap relevan dan dapat diwujudkan melalui karya, aksi sosial, serta dedikasi untuk kebaikan lingkungan sekitar.

Rekomendasi Berita