PGRI Parigi Moutong Dukung Peningkatan Tunjangan Guru 3T

  • 23 Feb 2026 15:37 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Parigi Moutong menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui perluasan program Tunjangan Khusus Guru (TKG) sebagai bagian dari pemerataan kualitas pendidikan nasional.

Berdasarkan kebijakan terbaru, jumlah penerima TKG yang pada tahun 2025 tercatat sebanyak 57.683 guru, diproyeksikan meningkat menjadi 65.871 guru pada tahun 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung para pendidik di wilayah 3T yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.

Ketua PGRI Kabupaten Parigi Moutong, Gazali, saat dihubungi RRI pada Senin (23/2/2026), mengatakan bahwa secara umum guru merasa sangat terbantu dengan adanya tunjangan tersebut, terutama dari sisi ekonomi dan motivasi kerja.

“Tunjangan ini jelas membantu kehidupan sehari-hari guru, memberikan motivasi dalam menjalankan tugas mengajar, serta menjadi bentuk penghargaan terhadap profesi guru,” ujar Gazali.

Menurutnya, guru-guru penerima TKG di wilayah 3T merasakan langsung dukungan nyata pemerintah dalam menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, transportasi, hingga akses pembelajaran yang masih terbatas.

“Guru yang memperoleh tunjangan di wilayah 3T merasa kebijakan ini menjadi dukungan nyata dari pemerintah. Meski menghadapi keterbatasan sarana, transportasi, dan akses pembelajaran, mereka tetap termotivasi dan bertahan di daerah terpencil,” ungkapnya.

Gazali juga menekankan pentingnya percepatan dan ketepatan waktu dalam penyaluran tunjangan agar tidak terhambat oleh proses birokrasi yang berbelit. Menurutnya, pencairan yang cepat akan sangat membantu guru dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang kinerja mereka.

Selain itu, ia menyoroti perlunya peningkatan kompetensi guru yang dibarengi dengan dukungan fasilitas pendidikan, terutama dalam penguasaan teknologi pembelajaran. Kondisi geografis dan sosial di daerah 3T, kata dia, masih menjadi tantangan besar bagi para pendidik.

“Guru di Parigi Moutong berharap pemerintah juga memperhatikan akses jalan, fasilitas sekolah, serta kondisi sosial masyarakat yang kerap menjadi tantangan dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gazali mengungkapkan bahwa PGRI mendorong perbaikan data dan tata kelola pendidikan melalui rencana pembentukan Badan Guru Nasional. Badan ini diharapkan mampu menjamin pemerataan jumlah dan kualitas guru, baik secara nasional maupun di Kabupaten Parigi Moutong.

“Melalui PGRI akan dibentuk Badan Guru Nasional yang menjamin perbaikan data, tata kelola, dan pemerataan guru secara umum di Indonesia, dan secara khusus di Parigi Moutong,” tandasnya.

Rekomendasi Berita