Festival Ela-Ela Siap Digelar, Hidupkan Tradisi Ramadan Kesultanan Ternate
- 13 Mar 2026 12:55 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Kesultanan Ternate akan kembali menggelar Festival Ela-Ela pada malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate. Tradisi tahunan yang identik dengan pawai obor ini menjadi salah satu agenda budaya dan religi masyarakat Ternate dalam menyambut malam-malam terakhir bulan suci Ramadan.
Festival Ela-Ela merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Ternate yang telah lama menjadi simbol syiar Islam sekaligus kebersamaan sosial. Pada malam pelaksanaannya, ribuan obor akan dinyalakan dan dibawa oleh masyarakat adat serta peserta pawai dari berbagai kelurahan, komunitas, dan paguyuban di seluruh Kota Ternate. Cahaya obor yang menyala menciptakan suasana khas di sekitar kawasan Kedaton Kesultanan.
Penyelenggaraan festival tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Kesultanan Ternate, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta komunitas Pemuda Ternate Bersatu yang turut mendukung jalannya kegiatan.
Panitia pelaksana saat ini tengah mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari koordinasi lintas pihak, penataan lokasi kegiatan di kawasan Kedaton, hingga penyediaan bahan untuk pembuatan berbagai jenis obor yang akan digunakan dalam pawai.
Pada pelaksanaan tahun ini, rute pawai obor akan dimulai dari Kedaton Kesultanan menuju Masjid Sultan Ternate (Sigi Lamo). Jalur tersebut mengikuti tradisi lama ketika Sultan atau kebesaran Uci berjalan dari Kedaton menuju masjid untuk melaksanakan ibadah pada malam ke-27 Ramadan.
Ketua Pemuda Ternate Bersatu, Frasman Chairuddin, mengatakan penyesuaian rute ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali nilai historis dan spiritual dalam tradisi Ela-Ela.
“Perubahan rute ini dilakukan agar pelaksanaan Festival Ela-Ela lebih menonjolkan makna ritual dan tradisi aslinya. Pawai obor akan mengiringi perjalanan Uci dari Kedaton menuju masjid sebagaimana kebiasaan yang telah berlangsung sejak dahulu,” ujar Frasman yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan, kepada rri.co.id, Jumat 13 Maret 2026.
Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan masyarakat kepada Sultan sekaligus menggambarkan kebersamaan masyarakat Ternate dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan melalui cahaya obor yang menerangi jalur menuju masjid.
Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, menegaskan bahwa Festival Ela-Ela merupakan bagian dari warisan budaya Kesultanan yang memiliki nilai religius dan sosial kuat bagi masyarakat Ternate.
“Tradisi Ela-Ela adalah warisan budaya yang memiliki nilai religius dan sosial yang kuat. Cahaya obor yang dinyalakan melambangkan semangat kebersamaan masyarakat Ternate dalam menyambut malam-malam penuh keberkahan di bulan Ramadan. Tradisi ini perlu terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh generasi,” ujar Sultan Ternate.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk pemerintah daerah dan kalangan pemuda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab Kesultanan, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Selain pawai obor, Festival Ela-Ela juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan keagamaan yang berlangsung di lingkungan Kedaton Kesultanan Ternate. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi tausiah, buka puasa bersama, prosesi pembakaran obor Ela-Ela hingga prosesi adat kabasarang Uci.
Panitia berharap kolaborasi antara Kesultanan Ternate, pemerintah daerah, dan komunitas pemuda dapat memperkuat pelestarian tradisi Ela-Ela sekaligus menjadikannya sebagai agenda budaya yang terus berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Masyarakat juga diajak untuk turut berpartisipasi dalam memeriahkan Festival Ela-Ela dengan menjaga ketertiban dan semangat kebersamaan. Tradisi ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai religius dan persatuan masyarakat Ternate.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Festival Ela-Ela tahun ini diharapkan kembali menghadirkan suasana malam Ramadan yang khidmat sekaligus meriah dengan ribuan cahaya obor yang menerangi kawasan Kedaton Kesultanan Ternate serta menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.