Guru Aka Berbagi Inspirasi Ramadan Bersama Pelajar-Guru Tidore

  • 13 Mar 2026 05:41 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Suasana sore di kawasan Indonesiana, Kota Tidore Kepulauan, terasa berbeda. Aula SMA Negeri 1 Tidore dipenuhi para kepala sekolah, bendahara sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta pengurus OSIS dari SMA, SMK, dan SLB. Mereka berkumpul dalam satu agenda yang tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga sarat dengan pesan penguatan tata kelola pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara kembali menggelar kegiatan Iftar dan Silaturahmi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Abubakar Abdullah, yang akrab disapa “Guru Aka”, pada Kamis 12 Maret 2026.

Namun sebelum azan Magrib berkumandang, kegiatan diawali dengan diskusi serius. Para kepala sekolah dan bendahara sekolah mengikuti sesi khusus yang membahas pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan BOS Daerah (BOSDA).

Dalam sesi tersebut, peserta membedah berbagai aspek pengelolaan keuangan sekolah, mulai dari perencanaan program, mekanisme penggunaan anggaran, hingga proses pertanggungjawaban serta penataan administrasi keuangan.

Tidak hanya itu, persoalan pengelolaan aset sekolah juga menjadi perhatian. Topik ini dinilai penting karena masih menjadi tantangan dalam tata kelola sejumlah satuan pendidikan.

Diskusi tersebut didampingi langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Sofyan, S.Kom., M.Si., bersama penanggung jawab pengelolaan BOSP dan BOSDA, Amir Hamza On.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kompetensi bendahara sekolah semakin meningkat sehingga pengelolaan keuangan pendidikan dapat berjalan lebih tertib, akuntabel, dan transparan.

Menjelang waktu berbuka, suasana kemudian berubah lebih hangat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Guru Aka, bergabung bersama para peserta dalam sesi iftar dan silaturahmi.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa hanya bertumpu pada kepala sekolah atau guru semata. Seluruh elemen sekolah, termasuk siswa, perlu dilibatkan dalam proses pembangunan pendidikan.

Menurutnya, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) harus diberi ruang lebih luas untuk berkontribusi dalam berbagai program sekolah.

“OSIS bukan hanya pelaksana kegiatan, tetapi juga tempat belajar kepemimpinan dan membangun karakter siswa,” kata Guru Aka.

Ia juga menyampaikan arahan Gubernur Maluku Utara agar pengurus OSIS dilibatkan dalam proses penyusunan program sekolah, khususnya yang bersumber dari dana BOSP dan BOSDA. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat mendorong transparansi sekaligus menumbuhkan budaya pengawasan sejak dini di lingkungan sekolah.

Salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut adalah dialog langsung antara Guru Aka dan para ketua OSIS dari berbagai sekolah di Tidore.

Dalam dialog tersebut, sejumlah siswa menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait program sekolah serta pengelolaan kegiatan siswa.

Guru Aka mengaku terkesan dengan cara para siswa menyampaikan gagasan.

“Mereka sangat kritis. Pendapatnya sistematis dan cara menyampaikannya luar biasa,” ujarnya mengapresiasi.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis para siswa tersebut menjadi pertanda positif bagi masa depan pendidikan di Maluku Utara.

Menjelang azan Magrib, suasana semakin khidmat. Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Tidore tampil membacakan puisi serta membawakan lagu-lagu religi yang mengisi waktu menunggu berbuka.

Nuansa kebersamaan terasa kental. Guru, siswa, dan pejabat pendidikan duduk berdampingan menikmati momen Ramadan.

Melalui kegiatan seperti ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara berharap hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan semakin erat.

Lebih dari sekadar buka puasa bersama, pertemuan ini menjadi ruang dialog, pembelajaran, sekaligus penguatan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara.

Rekomendasi Berita