Mewujudkan Pendidikan Bermutu di Morotai Kawasan 3T

  • 02 Mei 2025 19:32 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Mewujudkan pendidikan yang bermutu di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Pulau Morotai bukanlah tugas mudah. Hal ini disampaikan oleh Dr. Febriana Pratiwi, M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pasifik Morotai dalam program tamu kita via Line telp. Jumat (2/5/2025).

Dalam pemaparannya, Dr. Febriana menggarisbawahi bahwa tantangan pendidikan di kawasan 3T tidak hanya berkisar pada ketersediaan sekolah, tetapi juga pada kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan keterjangkauan sarana pendidikan yang layak.

“Pendidikan bermutu adalah hak setiap anak bangsa, termasuk anak-anak kita di Morotai. Ini bukan hanya soal bangunan sekolah, tetapi juga bagaimana proses belajar mengajar bisa menciptakan generasi yang kritis, kreatif, dan berkarakter,” ucap Dr. Febriana.

Sebagai akademisi yang sehari-hari terlibat langsung dalam pengembangan pendidikan di Morotai, Dr. Febriana menyebut perlunya pendekatan kolaboratif antara pemerintah, kampus, masyarakat, dan dunia usaha. Menurutnya, pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak.

Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan guru-guru lokal melalui pelatihan yang berkelanjutan dan berbasis konteks lokal. Guru, katanya, adalah ujung tombak perubahan pendidikan di daerah.

“Kami di Universitas Pasifik Morotai terus berupaya mencetak calon-calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki semangat pengabdian tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Febriana juga mendorong penggunaan teknologi pendidikan sebagai salah satu solusi atas keterbatasan sumber daya dan akses informasi di kawasan 3T. Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi harus disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dan literasi digital masyarakat.

Dalam forum yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan ini, Dr. Febriana mengajak seluruh pihak untuk melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Morotai dan generasi penerusnya.

“Jika kita ingin Morotai maju, maka pendidikan harus jadi prioritas utama. Anak-anak di sini punya potensi besar, tinggal bagaimana kita semua membuka jalan agar mereka bisa berkembang,” ucapnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita