Jasad Warga Long Bia Ditemukan Mengambang di Sungai Kayan
- 12 Mar 2026 19:29 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Pencarian korban tenggelam di Sungai Kayan akhirnya berakhir setelah jasad seorang warga Desa Long Bia, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan ditemukan mengambang pada Kamis (12/3/2026).
Korban diketahui bernama Yosua Yulius (40) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di sekitar Sungai Kayan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Roni (39) yang saat itu hendak menyeberangkan sebuah mobil menggunakan log ponton di penyeberangan Desa Long Bia.
Saat tiba di sekitar Lirung Butung, saksi melihat sesosok tubuh mengambang di pinggir Sungai Kayan.
Menyadari temuan tersebut, saksi langsung berteriak meminta bantuan kepada tim pencari dan warga sekitar.
Tim pencarian yang dibantu masyarakat kemudian melakukan evakuasi terhadap korban dari lokasi penemuan.
Personel Polsek Long Peso yang menerima laporan masyarakat segera mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses penanganan.
Kapolresta Bulungan, Kombes Rofikoh Yunianto melalui PS Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo, membenarkan penemuan korban tersebut.
Ia menjelaskan laporan penemuan jasad diterima dari masyarakat sekitar pada siang hari.
“Personel Polsek Long Peso menerima laporan masyarakat terkait penemuan korban tenggelam di Sungai Kayan sekitar pukul 14.30 Wita di area log ponton penyeberangan Desa Long Bia,” jelasnya.
Setelah menerima laporan tersebut, kata Hadi, personel kepolisian bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap korban dari lokasi penemuan.
“Petugas bersama masyarakat langsung menuju titik lokasi dan melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa menggunakan kantong jenazah menuju dermaga Long Bia sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Hadi juga memastikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan pemeriksaan awal secara kasat mata, tidak ditemukan luka-luka yang mengarah pada tindak kekerasan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menginginkan proses visum terhadap jenazah.
“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dan menolak dilakukan visum luar maupun visum jenazah,” tambahnya.
Saat ditemukan, lanjut Hadi, korban masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat dilaporkan hilang.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian yang dilakukan oleh tim pencari bersama masyarakat di sekitar Sungai Kayan pun dinyatakan selesai.
“Korban ditemukan mengenakan baju hitam dan celana pendek, sesuai dengan pakaian yang dikenakan saat dilaporkan hilang. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di daerah arus yang cukup deras,” tutupnya. (rln/sti)