Masyarakat Diminta Bijak Berbelanja jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H

  • 12 Mar 2026 11:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pengamat Ekonomi STIE Pembangunan Tanjungpinang, Satriadi, mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak menjelang Lebaran, terutama di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Ia menilai perilaku belanja yang tidak terkontrol dapat memicu kelangkaan barang dan semakin mendorong kenaikan harga di pasaran.

Menurut Satriadi, masyarakat perlu memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan saat berbelanja kebutuhan harian. Sikap konsumtif yang berlebihan, terutama dengan membeli barang dalam jumlah besar secara tiba-tiba, dapat memperburuk kondisi pasar.

“Masyarakat sebaiknya berbelanja sesuai kebutuhan, bukan semata-mata karena keinginan,” ujar Satriadi, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, fenomena panic buying kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, termasuk Lebaran Idul Fitri. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan distribusi barang terganggu, tetapi juga memicu kenaikan harga karena meningkatnya permintaan secara mendadak.

“Belanja berlebihan atau panic buying bisa menyebabkan kelangkaan barang dan kenaikan harga di pasaran,” katanya.

Satriadi juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi fluktuasi harga bahan pokok. Menurutnya, perencanaan belanja yang baik dapat membantu masyarakat mengatur pengeluaran secara lebih efektif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyesuaikan daftar kebutuhan sebelum berbelanja,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk melakukan perbandingan harga secara wajar sebelum membeli barang kebutuhan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau sekaligus menghindari pembelian yang tidak diperlukan.

“Masyarakat dapat mengkalkulasikan kebutuhan dan melakukan perbandingan harga secara bijak,” tuturnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk lebih mengutamakan produk lokal dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini dinilai dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah, khususnya di Kota Tanjungpinang.

“Dengan mengutamakan produk lokal, kita turut membantu menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.

Rekomendasi Berita