Kepri dan Riau Perkuat Birokrasi Melalui Manajemen Talenta
- 12 Jan 2026 19:40 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau resmi menyepakati penguatan manajemen talenta bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI untuk mendongkrak performa birokrasi. Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memetakan potensi serta kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara lebih akurat, bertempat di Aula Wan Seri Beni Dompak, Tanjungpinang, Senin 12 Januari 2026.
Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad menegaskan, sistem manajemen talenta akan memastikan penempatan pegawai berdasarkan prinsip the right man on the right place. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mengidentifikasi kualifikasi ASN agar mampu menjawab tantangan ekonomi nasional dan era digital Society 5.0.
"Memastikan penempatan pegawai berdasarkan prinsip the right man on the right place," kata Ansar Ahmad.
Menurutnya, Keberhasilan Kepri meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau Unqualified Opinion menjadi modal utama dalam mengimplementasikan kebijakan reformasi birokrasi berbasis talenta ini. Capaian tersebut semakin diperkuat dengan raihan opini WTP 15 kali berturut-turut dan indeks pembangunan manusia yang terus meroket di tingkat nasional.
"Kepri 15 kali meraih WTP berturut-turut, ini modal utama kita dalam mengimplementasikan kebijakan reformasi birokrasi berbasis talenta ini," katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, mengibaratkan ASN sebagai mesin penggerak utama yang mengeksekusi ribuan triliun anggaran negara demi kesejahteraan rakyat. Zudan menekankan bahwa manajemen talenta adalah kunci untuk menciptakan barisan birokrasi yang solid dan efektif dalam mencapai target pembangunan.
"Manajemen talenta adalah kunci untuk menciptakan barisan birokrasi yang solid dan efektif mencapai target visi dan misi gubernur," ujar Zudan.
Zudan juga mengingatkan para pimpinan daerah agar tidak terjebak dalam penetapan target kinerja yang rendah hanya demi terlihat berhasil secara administratif. Menurutnya, manajemen talenta harus mendorong ASN untuk berani mematok target tinggi demi hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"ASN harus berani mematok target tinggi demi hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga hasilnya lebih tinggi diraih," ucapnya.
Penerapan sistem ini diharapkan mampu menyelaraskan visi-misi kepala daerah dengan agenda nasional astacita melalui pendekatan teknokratis yang lebih terukur. Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas SDM, penurunan angka stunting, hingga penciptaan layanan publik yang lebih cepat serta transparan.
"Penerapan sistem ini diharapkan mampu menyelaraskan visi-misi kepala daerah dengan agenda nasional astacita," tuturnya.
Selain aspek kompetensi teknis, pembangunan karakter dan integritas ASN menjadi poin penting dalam komitmen kerja sama antara BKN dan pemerintah daerah ini. Sinergi ini optimis bakal melahirkan pemimpin birokrasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki moralitas yang kuat.