Perdana, Karantina Kepri Lepas Ekspor Ikan Anggoli ke Hawai

  • 01 Mar 2025 15:08 WIB
  •  Tanjungpinang

BRN, Tanjungpinang: Badan Karantina Indonesia (Barantin), melalui Karantina Kepulauan Riau (Kepri) di Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Satpel RHF) Tanjungpinang, melepas ekspor ikan Anggoli (Pristipomoides sp.) ke Hawai, Amerika Serikat. Ekspor Anggoli perdana di tahun 2025 ini sebanyak 501,7 kg dengan nilai ekonomis 7.741,23 US dolar atau sekitar 107.807.724 rupiah, Sabtu (1/3/2025).

Satpel RHF mencatat frekuensi ekspor ikan anggoli segar 2024 sebanyak 3 kali. Dengan volume 1.055,71 kg, dengan nilai 27.593,92 US dolar atau setara dengan nilai Rp 407.650.109,-

Kasatpel RHF Tanjungpinang, Dwi Sulistiyono, mengatakan Ekspor perdana ikan Anggoli segar ke Amerika adalah langkah penting dalam memperluas pasar internasional bagi produk perikanan. Ikan Anggoli, yang dikenal dengan kualitas dan cita rasanya, memiliki potensi besar di pasar luar negeri, terutama di Amerika yang merupakan salah satu pasar terbesar untuk produk seafood.

“Ekspor ikan ini luar biasa, sebanyak 501,7 kg dengan nilai ekonomis 7.741,23 US dolar,” kata Dwi Sulistiyono.

Karantina memastikan ikan yang diekspor bebas dari hama penyakit dan kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Proses ini melibatkan pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium.

“Kami memastikan ikan yang diekspor ini bebas hama penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, setiap negara memiliki regulasi yang berbeda mengenai impor produk perikanan. Karantina memastikan bahwa semua persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan telah dipenuhi, sehingga sertifikat karantina menjadi 'economic tools' sebagai jaminan keberterimaan produk di negara tujuan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Said Sudrajat, mengatakan kegiatan ekspor merupakan hal baik dalam perekonomian masyarakat kelautan perikanan dan nelayan. Selain itu, ekspor ini menunjukan bahwa produk di Kepri mampu bersaing dengan pasar dari negara lain.

“Menunjukan bahwa produk kita mampu bersaing di Amerika, kita berharap juga bisa bersaing di timur tengah,” kata Said Sudrajat.

Diakuinya, Kepri memiliki potensi sumber daya laut yang luar biasa. Keberhasilan ekspor ini diharapkan menjadi contoh kepada eksportir lain untuk dapat menembus pasar-pasar Eropa.

“Eksportir seperti PT. BIG sebagai contoh yang baik, tidak mudah menembus pasar Uni Eropa dan Amerika,” tuturnya.

Dia berharap, kedepan kegiatan ekspor ini dapat berkelanjutan dengan kuantitas dan frekuensi yang lebih besar. Hal ini bertujuan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kelautan perikanan dan nelayan.

“Terus dipertahankan dan tingkatkan, sehingga meningkatkan perekonomian,” ucapnya.

Serangkaian tindakan karantina merupakan upaya meminimalisir risiko penyebaran penyakit dan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Karantina juga memberi jaminan kualitas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan importir terhadap produk yang dihasilkan, hal ini tentu akan mendorong permintaan.

Ekspor ikan Anggoli segar ke Amerika tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga menunjukkan pentingnya peran karantina dalam memastikan keamanan, kualitas, dan kelestarian produk perikanan. Melalui prosedur yang benar, eksportir dapat memaksimalkan potensi ini dan membawa manfaat ekonomi yang signifikan

Rekomendasi Berita