Warga Wanga Andalkan Minuman Lokal Topang Ekonomi Desa

  • 26 Feb 2026 20:36 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Minsel - Minuman lokal jenis captikus masih menjadi andalan masyarakat di sejumlah wilayah Minahasa, termasuk Desa Wanga di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Di daerah tersebut, sebagian warga menggantungkan penghasilan dari produksi dan penjualan captikus sebagai sumber ekonomi keluarga.

Captikus diolah dari nira pohon aren atau enau. Cairan hasil sadapan difermentasi hingga menghasilkan kadar alkohol tertentu.

Sejak 2020, berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, minuman ini sempat diyakini masyarakat memiliki manfaat untuk menjaga daya tahan tubuh saat pandemi Covid-19 di bidang Kesehatan.

Hal itu membuat penjualan captikus meningkat. Tidak lagi terbatas di warung, tetapi juga dijual di pinggir jalan dalam kemasan botol plastik, menyerupai penjualan BBM eceran.

Tommy Jakob, penjual captikus di desa setempat, mengaku penjualan minuman tersebut sangat mempengaruhi pendapatan keluarganya.

Ia mengatakan hasil penjualan captikus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya sekolah anak.

Selain captikus, warga juga memproduksi gula merah dari bahan yang sama, yakni nira aren. Namun menurutnya, harga gula merah lebih mahal dan tidak selalu mudah dipasarkan.

"Proses produksi captikus dilakukan secara tradisional. Nira yang baru disadap langsung difermentasi menggunakan wadah sederhana sebelum disuling dengan peralatan lokal, sejak covid produksi cap tikus kadar 70 persen banyak laku terjual," ujarnya, kamis 26 februari 2026.

Saat ini, pemasaran captikus tidak hanya di wilayah Sulawesi Utara, tetapi sudah merambah ke luar daerah. Meski demikian, regulasi terkait produksi dan distribusi minuman beralkohol tradisional dinilai masih perlu penataan lebih lanjut.

Beberapa UMKM maju mulai merambah bisnis minuman lokal ini dalam bentuk kemasan berizin, sehingga bisa dijadika ole-ole warga luar daerah Sulut.

Dengan regulasi yang tepat, captikus berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan daerah yang memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat Minahasa dan sekitarnya.




Rekomendasi Berita