BPBD Sulut Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

  • 23 Feb 2026 22:51 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara terus berkoordinasi dan mendampingi BPBD di 15 kabupaten dan kota dalam upaya pencegahan bencana.

Pendampingan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah terpadu menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi meski puncak musim hujan 2025–2026 disebut telah berakhir pada Januari lalu namun masih diperpanjang oleh BMKG.

Danny Repi, S.IK Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Provinsi Sulut menjelaskan, setiap BPBD kabupaten dan kota secara rutin melaksanakan kegiatan pencegahan, baik mitigasi struktural maupun non-struktural.

“Mitigasi struktural dilakukan melalui pembenahan infrastruktur seperti perbaikan drainase dan talud untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor. Sementara mitigasi non-struktural dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya, senin 23 februari 2026.

Memasuki bulan April, hujan masih terus terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Karena itu, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

Pada masa prabencana, BPBD aktif melakukan edukasi dan pelatihan, termasuk penyebarluasan informasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi cuaca ekstrem.

Berdasarkan pengalaman sejumlah kejadian bencana, korban jiwa kerap terjadi bukan karena keterlambatan informasi, melainkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai evakuasi mandiri dan kondisi lingkungan sekitar.

Salah satu peristiwa yang menjadi pelajaran adalah banjir bandang di Kabupaten Sitaro awal tahun ini yang menyebabkan 19 korban, 17 di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya masih dinyatakan hilang. Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Utara.

BPBD mengingatkan bahwa tidak ada wilayah yang sepenuhnya bebas dari ancaman bencana, baik banjir maupun tanah longsor.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas saat cuaca ekstrem, mengenali kondisi lingkungan tempat tinggal, memahami sistem peringatan dini, serta terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG guna meminimalkan risiko saat terjadi bencana.

Rekomendasi Berita