Basarnas Manado Pastikan Insiden Kapal Nelayan Tanpa Korban

  • 07 Feb 2026 08:05 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban hilang dalam informasi insiden Kapal nelayan yang sempat viral di media sosial dan terjadi di perairan Likupang, Minahasa Utara, pada 5 Februari 2026.

Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang, mengatakan informasi awal diperoleh dari media sosial sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah informasi tersebut didalami dan dinyatakan positif, Basarnas langsung mengerahkan unsur SAR gabungan dengan menggerakkan kapal KM Sarbimasena ke lokasi kejadian sekitar pukul 18.00 WITA.

Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, diketahui seluruh nelayan yang berada di kapal tersebut telah kembali ke rumah masing-masing. “Ternyata korban sudah pulang semua ke Thalise, sehingga kami hanya memastikan di lokasi jika masih ada korban yang membutuhkan bantuan, tetapi memang sudah tidak ada,” ujar Randang.

Randang menjelaskan, kapal SAR bertolak dari Pelabuhan Munte, Likupang, sekitar pukul 00.30 WITA dan kembali ke kantor Basarnas Manado sekitar pukul 01.00 WITA. Hingga operasi pemantauan selesai, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun nelayan yang mengalami luka-luka.

Berdasarkan hasil pengecekan, informasi kapal tenggelam yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar. Kerusakan yang terjadi hanya pada bagian atap kapal nelayan yang patah, bukan kapal tenggelam. Kapal tersebut masih dapat berjalan, sehingga seluruh nelayan dapat kembali dengan selamat.

“Intinya, syukur tidak ada korban jiwa dan tidak ada yang hilang. Kerugian hanya bersifat material,” ujarnya, Jumat 6 Februari 2026. 

Basarnas Manado mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial serta segera melaporkan kejadian darurat melalui jalur resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Rekomendasi Berita