Kemenag Sulut Tegaskan Toleransi Jadi Budaya Daerah

  • 16 Jan 2026 22:47 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Ulyas Taha menegaskan, Sulawesi Utara dikenal luas hingga tingkat dunia sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah toleransi umat bersaudara tanpa membedakan agama, suku, maupun etnis.

"Toleransi umat bersaudara telah menjadi budaya dan falsafah hidup masyarakat Sulawesi Utara sejak lama, yang kemudian melahirkan berbagai kearifan lokal dalam menjaga kerukunan antarumat beragama," ucapnya Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan, salah satu kearifan lokal yang memperkuat kerukunan tersebut adalah terbentuknya Badan Kerjasama Antar Umat Beragama atau BKSAUA.

Organisasi ini telah ada jauh sebelum pemerintah mengeluarkan surat keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tentang Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB.

"Keberadaan BKSAUA telah menjaga keharmonisan masyarakat Sulawesi Utara sejak masih bergabung dengan Gorontalo hingga saat ini, meskipun kedua daerah telah berpisah secara administratif. Namun, hubungan persaudaraan antarumat beragama antara Sulawesi Utara dan Gorontalo tetap terjalin kuat," ucapnya.

Ia menambahkan, meskipun terdapat kejadian-kejadian kecil yang berpotensi mengganggu kerukunan, hal tersebut dinilai sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama.

Kemampuan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan secara bijak menjadi kekuatan utama Sulawesi Utara dalam menjaga toleransi.

Ulyas juga menekankan, upaya memperkuat toleransi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Kementerian Agama terus berperan aktif melalui para penyuluh agama dari seluruh agama yang tersebar di Sulawesi Utara untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan saling menghargai perbedaan.

Ia berharap, falsafah toleransi umat bersaudara dapat terus dijaga dan diwariskan sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar untuk meraih penghargaan, melainkan sebagai jati diri masyarakat Sulawesi Utara.

Rekomendasi Berita