Seminar Internasional UIN Bahas Peran Prabowo Untuk Gaza
- 17 Nov 2025 18:55 WIB
- Talaud
KBRN, Makassar : Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) telah memulai penyelenggaraan serangkaian seminar internasional mengenai perdamaian dunia di empat Universitas Islam Negeri (UIN), yaitu UIN Alauddin Makassar, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Acara seminar internasional ini diselenggarakan di UIN Alauddin Makassar pada hari Senin (17/11/2025). Forum ini mengambil tema “Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza” dan dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang juga menjadi pembicara pertama.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta turut hadir dalam acara ini. Dalam kesempatan itu, Anis Matta juga diberi kehormatan sebagai pembicara kedua. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Prof. Robert W. Hefner, seorang antropolog dari Boston University, AS, yang menjelaskan peran strategis Indonesia dalam pelaksanaan solusi dua negara dari sudut pandang politik internasional.
Revda Selver Iseric, seorang jurnalis dan penulis dari Palestina, juga hadir untuk memaparkan dukungan berkelanjutan dari Presiden Prabowo bagi perjuangan Palestina. Selain itu, pemuka agama Ustadz Das’ad Latif juga memberikan pandangan akademik dan kemanusiaan mengenai perkembangan terbaru di Gaza.
Dalam siaran pers Kemenag yang dikutip senin (17/11), Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto di forum PBB mengenai solusi dua negara telah menciptakan gelombang positif secara global. “Banyak teman saya di luar negeri menghubungi saya. Mereka mengungkapkan bahwa kita perlu segera memberikan penjelasan yang lebih luas. Pernyataan Presiden Prabowo sudah sangat viral. Beberapa bahkan menyebutnya ‘solusi Prabowo’, dan ada yang menilai beliau sebagai ‘Soekarno kedua’,” kata Menag.
Menag menambahkan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk mendukung penggalian dan penegasan ide-ide strategis Presiden Prabowo melalui forum akademik. “Solusi dua negara yang beliau ungkapkan telah menggugah banyak negara dan meredakan ketegangan global. Ini harus kita jabarkan secara sistematis,” ujar Menag.
Ia juga menekankan bahwa Presiden Prabowo menunjukkan respons yang cepat dan konkret, termasuk kesiapan Indonesia untuk mengirim hingga 20.000 personel perdamaian jika diperlukan. “Beliau menawarkan dukungan yang menyeluruh. Ini merupakan bentuk kepemimpinan yang diapresiasi oleh dunia. Kita perlu mengartikulasikan semua ini secara sistematis agar jadi solusi bersama. Di sinilah peran akademik sangat penting,” tambah Menag.
Wakil Menteri Luar Negeri, Dr. Muhammad Anis Matta, mencatat bahwa dukungan Indonesia kepada Palestina berasal dari tiga pilar utama: konstitusi, agama, dan kemanusiaan. “Ini adalah utang sejarah yang belum terbayar sejak Konferensi Asia Afrika. Sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo, dukungan kita tetap konsisten—baik dalam aspek politik, moral, maupun kemanusiaan,” ujar Wamenlu.
Ia menjelaskan langkah-langkah terkini yang diambil Indonesia, seperti pengiriman dana sebesar US$12 juta untuk mendirikan dapur umum di Gaza. "Total bantuan yang sudah diberikan oleh Indonesia kini mencapai US$36 juta ditambah pengiriman 1.200 ton bantuan kemanusiaan lewat jalur udara," kata Wamenlu.
Anis Matta juga menyampaikan adanya inisiatif baru Presiden Prabowo untuk mengirimkan pasukan perdamaian di bawah naungan PBB. “Ini adalah hal yang membedakan pemerintahan Presiden Prabowo. Ini adalah kali pertama Indonesia menyatakan kesediaan untuk terlibat langsung melalui pasukan perdamaian,” tambah Wamenlu.
Wamenlu memastikan bahwa hasil dari forum akademik ini akan disusun sebagai masukan kebijakan bagi kementerian dan lembaga terkait. “Krisis di Gaza bukan lagi sekadar isu Palestina. Ini telah menjadi ujian bagi hukum internasional dan tatanan global,” ujarnya.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, menyampaikan bahwa forum ini merupakan ide dari Menteri Agama sebagai wujud diplomasi akademik Indonesia.
“Acara seminar internasional ini sepenuhnya diinisiasi oleh Bapak Menteri Agama. Dia menghubungi saya di pagi hari dan meminta agar empat universitas menyelenggarakan serangkaian seminar internasional mengenai peran Presiden Prabowo dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujar Hamdan.
Ia menekankan bahwa forum ini tidak hanya menghadirkan pembicara dari luar negeri, tetapi juga dihadiri oleh peserta dari berbagai negara. Acara ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi akademis yang akan menjadi bahan acuan bagi pemerintah.