Memahami Hari Ozon dan Dampaknya Bagi Dunia
- 15 Sep 2025 12:53 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Hari Ozon Sedunia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 16 September, juga dikenal sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon. Tanggal ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1994, memperingati tanggal penandatanganan Protokol Montreal tentang Zat-Zat yang Merusak Lapisan Ozon pada tahun 1987.
Kebutuhan untuk mendeklarasikan tindakan pelestarian lapisan ozon muncul sebagai akibat dari penipisannya. Pada tahun 2017, 30 tahun setelah Protokol Montreal, penutupan lubang pada lapisan ozon diamati dan dampaknya diproyeksikan akan berlangsung hingga 100 tahun.
Sejarah Hari Ozon Sedunia
Lapisan ozon adalah wilayah stratosfer bumi yang menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet Matahari. Lapisan ozon mengandung konsentrasi ozon yang lebih tinggi daripada bagian atmosfer lainnya, meskipun dibandingkan dengan gas-gas lain di stratosfer, lapisan ozon relatif kecil. Lapisan ozon terutama ditemukan di bagian bawah stratosfer, sekitar 10 hingga 22 mil di atas permukaan bumi, bervariasi menurut geografi dan musim.
Fisikawan Prancis Charles Fabry dan Henri Buisson menemukan lapisan ozon pada tahun 1913. Pengukuran matahari menunjukkan bahwa radiasi yang dilepaskan dari permukaannya ke permukaan bumi biasanya konsisten dengan spektrum benda hitam yang bersuhu sangat tinggi, tetapi tidak ada radiasi di bawah panjang gelombang sekitar 310 nanometer pada ujung spektrum ultraviolet. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk menyimpulkan bahwa radiasi yang hilang pada ujung spektrum ultraviolet diserap oleh sesuatu di atmosfer. Setelah beberapa uji ilmiah, spektrum radiasi yang hilang akhirnya dicocokkan dengan satu zat kimia yang diketahui, yaitu ozon.
Sifat-sifat zat kimia ini dieksplorasi secara ekstensif oleh ahli meteorologi Inggris G. M. B. Dobson, yang mengembangkan spektrofotometer sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur ozon stratosfer dari permukaan bumi. Mekanisme fotokimia yang membentuk lapisan ozon ditemukan oleh fisikawan Inggris Sydney Chapman pada tahun 1930.
Ozon di stratosfer bumi terbentuk akibat sinar ultraviolet yang menabrak molekul oksigen biasa dengan dua atom oksigen, sehingga memecahnya menjadi atom-atom oksigen individual. Setelah itu, atom oksigen tersebut bergabung dengan oksigen utuh.