Operasi Ketupat Candi Solo 2026 Resmi Dimulai, 1.000 Personil Gabungan Disiagakan
- 12 Mar 2026 19:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Polresta Surakarta resmi memulai Operasi Ketupat Candi 2026 yang ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Mapolresta Surakarta, Kamis 12 Maret 2026. Langkah ini menjadi titik awal kesiapsiagaan seribu personel gabungan dalam mengamankan pergerakan ribuan pemudik yang masuk maupun melintasi wilayah Kota Solo.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menegaskan apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Fokus utama operasi tahun ini adalah menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan mengedepankan aspek hospitality dan safety.
“Hari ini kita tandai dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026. Kita libatkan hampir 1.000 personel gabungan untuk pengamanan. Kita ingin para pemudik yang kembali ke kampung halaman bisa merasa aman dan nyaman saat melintas di Kota Surakarta,” ujar Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo.
Sementara itu, Walikota Surakarta, Respati Ardi, yang hadir dalam apel tersebut menyatakan bahwa soliditas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kota sudah sangat matang. Solo yang menjadi titik aglomerasi Solo Raya diprediksi akan menjadi pusat destinasi sekaligus kota transit favorit.
“Kami pemerintah daerah siap memfasilitasi, mulai dari penyiapan masjid transit hingga rest area di kantor-kantor kecamatan. Melalui apel gelar pasukan ini, kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa petugas sudah bersiap penuh menyambut para tamu dan pemudik,” ujar Respati Ardi.
Operasi Ketupat Candi 2026 ini akan menempatkan sejumlah pos pengamanan terpadu di titik-titik krusial seperti Benteng Vastenburg, Tirtonadi, Gilingan, Juruk, hingga perbatasan Kleco. Pengamanan ekstra juga akan dilakukan pada pusat-pusat keramaian, lokasi wisata religi, dan jalur utama penghubung antarprovinsi.