Tanamkan Empati Sejak Dini, TK Alif Smart Kunjungi Pesantren Yatim Balita Adhsa
- 12 Mar 2026 19:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Menjadi momen penuh makna bagi siswa TPA–KBIT–RA Alif Smart Surakarta. Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan Ramadan 1447 H, para siswa mengadakan kegiatan berbagi dengan berkunjung ke Pesantren Yatim Balita Adhsa yang berlokasi di Gambiran, Cemani, Grogol, Sukoharjo.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pengurus Komite TPA–KBIT–RA Alif Smart sebagai upaya mengedukasi serta menumbuhkan jiwa kepedulian sosial anak sejak dini. Selama ini pihak sekolah juga menanamkan kebiasaan berbagi kepada para siswa melalui program infaq harian di kelas.
Infaq harian siswa yang telah terkumpul kemudian disalurkan kepada Pesantren Yatim Balita Adhsa. Pesantren ini berfokus pada perawatan bayi dan balita terlantar dan didirikan oleh Dr. H. Mudhofir, M.Pd., seorang pendidik di Kota Surakarta.
Kepala Sekolah TPA–KBIT–RA Alif Smart, Yeyen Mariana, S.Pd., menjelaskan alasan dipilihnya Pesantren Yatim Balita Adhsa sebagai tujuan kegiatan berbagi tahun ini. Menurutnya, tempat tersebut memiliki anak asuh yang usianya relatif sebaya dengan para siswa TK.
“Kami ingin mengedukasi siswa Alif Smart untuk menumbuhkan jiwa kepekaan sejak dini. Di sini usia anak-anak masih sepantaran, sehingga mereka bisa bermain bersama dan membaur,” ujar Yeyen, Kamis 12 Maret 2026..
Dalam kesempatan tersebut, Mudhofir selaku pendiri Pesantren Yatim Balita Adhsa turut mengajak anak-anak bermain bersama. Anak asuh pesantren dan siswa RA Alif Smart terlihat akrab dan antusias mengikuti berbagai permainan yang dipandu langsung olehnya.
"Ya, anak-anak tampak menikmati kebersamaan yang tercipta dalam suasana hangat dan penuh keceriaan," ujar dia.
Setelah sesi bermain bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dan bingkisan berupa sembako, makanan ringan, serta uang tunai kepada pihak Pesantren Yatim Balita Adhsa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kepedulian dan empati dapat tumbuh dalam diri anak-anak sejak usia dini. Dengan mengenalkan langsung pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan, para siswa diharapkan dapat belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada orang lain. (Edwi)