Talut Irigasi Ambrol di Sragen Diperbaiki, Begini Penjelasan Mandor Proyek
- 22 Feb 2026 19:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN - Proyek talud irigasi di jalur Gondang-Toyogo, Sambungmacan, yang ambrol beberapa waktu lalu akhirnya diperbaiki. Pihak pengawas atau mandor mengklaim talut tersebut ambrol bukan karena kualitas buruk, tapi karena tergerus banjir.
Mandor proyek, Daffa, menjelaskan bahwa insiden ambrolnya talut terjadi pada akhir pekan lalu. Saat itu, wilayah Kecamatan Gondang dan Sambungmacan diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.
Menurut Daffa, air dari selokan sawah di sebelah proyek tidak berfungsi optimal. Sehingga debit air melimpas ke jalan dan menghantam konstruksi talud yang baru saja berdiri. Airnya dari sawah dan selokan yang tidak jalan, langsung menerjang talut. Akibatnya talut diterjang banjir dan ambrol. "Tapi secara fisik, betonnya masih utuh seperti papan, tidak hancur lebur. Ini membuktikan kualitas campurannya sebenarnya bagus, kalau tidak bagus pasti sudah ambyar," ujar Daffa saat dikonfirmasi Sabtu 21 Februari.
Berbeda dengan estimasi awal warga, pihaknya menyebutkan bahwa titik kerusakan berjumlah tiga titik dengan total panjang mencapai kurang lebih 50 meter. Pihak pelaksana pun menepis tuduhan bahwa proyek ini dibiarkan rusak tanpa penanganan.
Meski sempat terkendala libur awal puasa, Daffa memastikan bahwa proses perbaikan (rekonstruksi) telah dilakukan sejak hari Minggu, sehari setelah kejadian. Hingga saat ini, pihak pekerja terus mengebut perbaikan agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi normal.
Masyarakat meminta pekerjaan proyek tersebut agar lebih kuat dan aman untuk jangka panjang. Maka perlu di perhatikan oleh pemkab apakah sudah sesuai perhitungan untuk jangka panjang. Jangan ada pekerjaan irigasi yang belum belum satu tahun sudah pada rusak. Bila perlu menggunakan yudit beton 80x80x120 yang K 400 mengapa tidak di gunakan. "Agar semua irigasi terjamin kekuatannya sampai 5 tahun."
Dia mengklaim bahwa secara struktur utama, bagian yang ambrol sudah berhasil dipasang kembali. "Status Terkini Konstruksi fisik sudah berdiri kembali, Saat ini pekerja tinggal melakukan proses ngeban (pemberian lapisan semen halus/pelapis) di bagian atas talud. Dipastikan selesai dalam waktu dekat agar tidak terganggu jika hujan kembali turun," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek rehabilitasi irigasi di jalur Gondang menuju Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, menuai sorotan tajam. Informasi yang dihimpun proyek tersebut baru dikerjakan pada awal tahun 2026. Namun bangunan talud sepanjang ratusan meter tersebut dilaporkan sudah ambrol di beberapa titik.
Selain kualitas yang dipertanyakan, proyek ini juga dituding sebagai "proyek siluman" karena tidak adanya papan nama dan transparansi informasi publik di lokasi pengerjaan.
Pegiat sosial yang juga mantan anggota Formas Sragen, Sri Wahono, mengungkapkan hasil kroscek lapangan yang menunjukkan kerusakan serius pada infrastruktur yang baru saja selesai tersebut. Menurutnya, terdapat dua titik kerusakan utama pada proyek yang memiliki panjang sekitar 500 meter itu.
"Tadi saya ke lokasi, ada dua titik yang ambrol. Satu titik sepanjang 20 meter, dan satu lagi sekitar 50 meter. Jadi kalau ditotal ada 70 meteran yang jebol di lokasi berbeda," ujar Wahono saat dikonfirmasi, Kamis 19 Februari.
Wahono menduga, kerusakan tersebut disebabkan oleh konstruksi yang tidak memenuhi standar, terutama pada bagian kedalaman pondasi. "Perasaan saya, kedalaman talud itu tidak memadai. Jadi begitu kena terjangan air, bawahnya tidak kuat dan langsung hanyut," katanya menjelaskan. MI