Serapan Beras Bulog Jatim Tembus 300 Ribu Ton
- 13 Mar 2026 22:02 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat capaian signifikan menjelang Idulfitri 2026. Hingga saat ini, serapan mencapai 588.000 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 300.000 ton beras.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan capaian tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional dengan kontribusi sekitar 32 persen dari total serapan nasional sebesar 1.818.000 ton GKP atau sekitar 950.000 ton setara beras.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari Pemprov Jawa Timur, Dinas Pertanian melalui penyuluh pertanian, TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, mitra penggilingan, hingga Tim Jemput Pangan Bulog,” ujar Langgeng, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog di seluruh Jawa Timur siap melakukan pembelian gabah langsung dari petani dengan harga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen yang telah dipanen dan dikemas di karung di pinggir jalan.
Langgeng mengimbau para petani yang tengah memasuki masa panen agar memanfaatkan program tersebut dengan menghubungi Tim Jemput Pangan di wilayah masing-masing, atau melalui Babinsa maupun penyuluh pertanian desa.
"Untuk menjaga keamanan transaksi menjelang Lebaran, Bulog juga mendorong pembayaran secara non-tunai atau transfer langsung ke rekening petani guna menghindari risiko peredaran uang palsu." ujarnya.
Selain komoditas beras, Bulog Jawa Timur juga mencatat serapan 40.796 ton jagung pipil kering (JPK) atau sekitar 40 persen dari target 100.000 ton hingga akhir tahun. Harga pembelian jagung oleh Bulog ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen di gudang Bulog.
Program serapan jagung ini turut mendapat dukungan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui jajaran Polres di seluruh wilayah, termasuk pemanfaatan gudang jagung milik Polri di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Menurut Langgeng, jagung yang diserap tersebut nantinya akan digunakan untuk program stabilisasi harga jagung di tingkat peternak melalui program SPHP jagung, guna menjaga stabilitas harga pakan ternak serta harga telur dan daging ayam di pasar.
Bulog juga memastikan stabilitas harga pangan pokok selama Ramadan, terutama untuk komoditas beras dan minyak goreng. Hal ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak seperti Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Polri, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 42.000 ton beras SPHP serta 9 juta liter minyak goreng Minyakita melalui berbagai saluran distribusi seperti Gerakan Pangan Murah, TNI–Polri, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, pasar tradisional, dan Rumah Pangan Kita (RPK).
“Untuk menghadapi Lebaran, stok pangan kami pastikan aman. Saat ini stok beras sekitar 1 juta ton, sedangkan stok Minyakita sekitar 2,1 juta liter,” tutup Langgeng.