Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025
- 13 Mar 2026 08:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perekonomian Kota Surabaya pada 2025 menunjukkan kinerja kuat dan stabil. Data Badan Pusat Statistik Surabaya mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,87 persen.
Angka itu meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,76 persen. Pertumbuhan mencerminkan aktivitas ekonomi kota tetap bergerak positif.
Nilai PDRB Surabaya 2025 mencapai Rp830,54 triliun atas dasar harga berlaku. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp513,94 triliun.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut capaian itu menunjukkan ketahanan ekonomi kota. Pertumbuhan ditopang berbagai sektor usaha dan partisipasi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” ujar Eri, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi struktur ekonomi kota. Kontribusinya mencapai 26,97 persen terhadap perekonomian Surabaya.
Sektor industri pengolahan menyumbang 19,59 persen terhadap struktur ekonomi kota. Sementara penyediaan akomodasi dan makan minum berkontribusi 16,71 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama perekonomian dengan kontribusi 59,97 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,25 persen yang menunjukkan meningkatnya peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi kota,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyebut Pemkot memperkuat program pembangunan ekonomi. Langkah ini untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kota.
“Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Kota Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di kota ini,” kata Irvan.
Pemkot juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui dukungan kegiatan pemuda, setiap RW mendapat stimulus kegiatan sebesar Rp5 juta. “Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung,” ujarnya.
Pemkot juga menata kawasan strategis untuk pengembangan pariwisata perkotaan. Salah satunya kawasan eks Taman Hiburan Rakyat Surabaya sebagai ruang ekonomi kreatif.
“Program ini mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal,” ujarnya.
Pemkot optimistis sinergi pemerintah, usaha, dan masyarakat menjaga pertumbuhan ekonomi. “Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya,” ujarnya, mengakhiri.