Pakar Jalan ITS Ungkap Tiga Penyebab Jalan Cepat Rusak
- 13 Mar 2026 06:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pakar teknik sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Muhammad Sigid Darmawan mengungkapkan kerusakan jalan di berbagai daerah umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis, mulai dari beban kendaraan hingga kondisi lingkungan. Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang sering menyebabkan jalan cepat rusak, yaitu beban lalu lintas kendaraan, kondisi cuaca, serta karakteristik tanah dasar pada lokasi jalan.
“Kerusakan jalan biasanya dipengaruhi oleh beban kendaraan yang melintas, kondisi lingkungan seperti hujan, serta karakteristik tanah dasar di lokasi tersebut,” ujar Sigid saat menjadi narasumber dalam Dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dalam perencanaan konstruksi jalan setiap ruas sebenarnya telah dirancang dengan kapasitas beban tertentu. Namun jika kendaraan yang melintas memiliki muatan melebihi kapasitas atau overloading, maka struktur perkerasan jalan dapat mengalami kerusakan lebih cepat.
Selain faktor beban kendaraan, curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal juga dapat mempercepat kerusakan jalan. Air yang meresap ke dalam struktur jalan dapat melemahkan lapisan perkerasan sehingga memicu retak maupun penurunan permukaan jalan.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kondisi tanah dasar atau subgrade. Dalam ilmu teknik jalan, tanah dasar memiliki peran penting karena menjadi penopang utama struktur jalan. Tanah dengan daya dukung rendah, yang dalam analisis teknik sering diukur menggunakan parameter California Bearing Ratio (CBR), dapat menyebabkan jalan lebih mudah mengalami deformasi jika tidak ditangani dengan metode konstruksi yang tepat.
Menurut Sigid, karena kondisi tanah di setiap wilayah berbeda, maka perencanaan konstruksi jalan harus disesuaikan dengan karakteristik tanah setempat, termasuk dalam pemilihan material dan metode pembangunan. “Material yang digunakan serta strategi konstruksi harus diperhitungkan dengan baik agar jalan memiliki daya tahan yang lebih lama dan aman digunakan masyarakat,” katanya.
Dalam konstruksi jalan, struktur perkerasan umumnya terdiri dari beberapa lapisan utama, yakni tanah dasar (subgrade), lapisan pondasi bawah (subbase course), lapisan pondasi atas (base course), serta lapisan permukaan berupa aspal atau beton yang berfungsi menahan beban kendaraan. Sigid juga menekankan pentingnya melibatkan kontraktor yang memiliki kompetensi khusus di bidang konstruksi jalan dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, pekerjaan jalan memerlukan perhitungan teknis yang matang, mulai dari analisis lalu lintas, kekuatan material, hingga desain struktur perkerasan. “Pekerjaan konstruksi jalan sebaiknya ditangani oleh pihak yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut, sehingga kualitas jalan dapat terjaga dan memberikan jaminan keselamatan bagi para pengguna jalan,” ujarnya.
Ia berharap penerapan standar konstruksi yang tepat serta pemahaman teknis yang baik dalam pembangunan jalan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan di Indonesia.