DPD Golkar Surabaya Ajukan Penambahan Dapil ke KPU
- 07 Okt 2025 20:20 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya mengusulkan penambahan jumlah daerah pemilihan (dapil) dan kursi DPRD Kota Surabaya pada Pemilihan Umum mendatang. Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan komunikasi politik antara DPD Partai Golkar dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, di Kantor DPD Golkar Surabaya, Selasa (7/10/2025).
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menjelaskan bahwa usulan ini didasari oleh pertambahan jumlah penduduk Surabaya yang kini telah mencapai lebih dari tiga juta jiwa. Kondisi ini, menurutnya, menyebabkan pembagian wilayah dapil yang ada saat ini menjadi kurang proporsional.
"Penambahan kursi ini memang harus dilakukan karena beberapa area di Kota Surabaya kurang cocok. Contoh di dapil lima luar biasa jauhnya antara Romokalisari sampai ke Wiyung. Jadi harus ditambah lah jumlah kursinya,"
ujarnya.
Golkar mengusulkan penambahan jumlah dapil ada di antara tujuh sampai sembilan dapil. Hal ini seiring penyesuaian pertambahan penduduk dan kursi legislatif. Masukan ini diharap bisa menjadi pertimbangan di tingkat provinsi maupun pusat.
"Penambahan jumlah dapil harus seiring kursi bertambah dan jumlah penduduk yang sama harapan kamu masukan partai Golkar, menambah jumlah dapil. Kita rasiinal saja kalau 10 terlalu banyak maka rangenya antara 7-9 dapil," katanya
Akmarawita menyadari proses perubahan dan penetapan dapil serta kursi DPRD membutuhkan waktu dan kajian panjang. Namun, Akmarawita berharap masukan dari Golkar dapat diakomodasi, agar seluruh partai memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan mesin politik di masing-masing dapil.
“Semakin cepat pembahasan dilakukan akan semakin baik. Karena partai membutuhkan kepastian untuk menggerakkan mesin politiknya di dapil masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno, mengungkapkan bahwa komunikasi politik dengan seluruh partai telah dilakukan sejak pekan lalu. Dari hasil komunikasi awal tersebut, mayoritas partai di Surabaya menyampaikan masukan terkait kemungkinan penambahan jumlah dapil.
"Mulai pekan kemarin, secara bergilir, KPU Surabaya melakukan silaturahmi dan komunikasi lintas partai politik di Kota Surabaya. Kami membaca ada semangat, ada keinginan, untuk pemekaran atau penambahan jumlah daerah pemilihan dalam konteks pemilu mendatang," jelasnya.
Namun demikian, Soeprayitno menegaskan bahwa hingga saat ini KPU belum menetapkan regulasi dan jadwal resmi terkait penataan dapil. Seluruh proses masih menunggu pembahasan di tingkat pusat.