Karate Dicoret dari O2SN, Atlet Muda Kehilangan Panggung Prestasi

  • 13 Mar 2026 08:11 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga pelajar. Cabang olahraga karate dikabarkan tidak lagi masuk dalam daftar pertandingan pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari pelatih, atlet, hingga pemerhati olahraga, terutama mereka yang selama ini menjadikan karate sebagai wadah pembinaan prestasi sejak usia dini.

O2SN sendiri merupakan ajang olahraga pelajar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk menjaring bibit atlet berbakat dari tingkat sekolah dasar hingga menengah. Selama bertahun-tahun, karate menjadi salah satu cabang yang cukup diminati dan selalu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Dicoretnya karate dari daftar pertandingan membuat banyak pihak merasa kehilangan ruang penting dalam proses pembinaan atlet. Bagi sebagian besar pelatih dan dojo, O2SN bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan serta motivasi bagi siswa untuk terus berlatih dan berprestasi.

Karate selama ini dikenal sebagai olahraga yang tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membentuk karakter disiplin, keberanian, dan sportivitas. Banyak atlet nasional yang memulai perjalanan kariernya dari kompetisi tingkat pelajar seperti O2SN sebelum akhirnya berkiprah di ajang nasional bahkan internasional.

Beberapa pengurus cabang olahraga karate di daerah menyayangkan keputusan tersebut. Mereka berharap ada peninjauan kembali terhadap kebijakan ini agar karate dapat kembali dipertandingkan pada O2SN di masa mendatang. Menurut mereka, pembinaan olahraga di sekolah seharusnya tetap memberi ruang bagi cabang-cabang yang telah terbukti memiliki sistem pembinaan yang kuat.

Di sisi lain, para atlet muda yang selama ini mempersiapkan diri untuk O2SN juga merasakan dampaknya. Tidak sedikit dari mereka yang telah berlatih keras dengan harapan bisa mewakili sekolah maupun daerahnya dalam ajang bergengsi tersebut.

Meski demikian, semangat para karateka muda diharapkan tidak padam. Masih banyak kejuaraan lain yang dapat menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah.

Bagi komunitas karate di Indonesia, keputusan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga eksistensi olahraga tidak hanya terjadi di arena pertandingan, tetapi juga dalam kebijakan dan dukungan terhadap pembinaan atlet sejak usia dini.

Rekomendasi Berita