akibat Serangan AS ke Iran, 41 Penerbangan Timur tengah ke Soeta di Batalkan
- 03 Mar 2026 08:01 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Otoritas Bandara Soekarno-Hatta melaporkan 14 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan pada Senin, 2 Maret 2026, imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap mengungkapkan, hari ini merupakan hari ketiga penutupan sejumlah bandara di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Iran.
"Secara kumulatif, sejak 28 Februari 2026 hingga hari ketiga ini, total 41 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dibatalkan," kata Aziz, dikutip dari Liputan6.com.
Rincian penerbangan yang terdampak pada Senin, 2 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Rute Abu Dhabi (AUH):
- Etihad Airways EY472 (Arrival) – Cancelled
- Etihad Airways EY474 (Arrival) – Cancelled
- Etihad Airways EY473 (Departure) – Cancelled
- Etihad Airways EY475 (Departure) – Cancelled
Rute Doha (DOH):
- Qatar Airways QR956 (Arrival) – Cancelled
- Qatar Airways QR958 (Arrival) – Cancelled
- Qatar Airways QR954 (Arrival) – Cancelled
- Qatar Airways QR955 (Departure) – Cancelled
- Qatar Airways QR957 (Departure) – Cancelled
Rute Dubai (DXB):
- Emirates EK356 (Arrival) – Cancelled
- Emirates EK358 (Arrival) – Cancelled
- Emirates EK357 (Departure) – Cancelled
Rute Jeddah (JED):
- Saudia Airlines SV822 (Arrival) – Cancelled
- Saudia Airlines SV823 (Departure) – Cancelled
Meski demikian, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berlangsung stabil dan terkendali.
Aktivitas keberangkatan dan kedatangan di seluruh terminal berjalan sesuai prosedur, tanpa gangguan terhadap layanan penerbangan domestik maupun rute internasional lainnya.
Sebagai wujud komitmen dalam menjaga kenyamanan penumpang terdampak, manajemen Bandara Soekarno-Hatta menghadirkan langkah service recovery. Antara lain melalui penyediaan makanan ringan bagi penumpang yang mengalami pembatalan maupun penundaan penerbangan.
"Di saat yang sama, kami memastikan arus informasi tetap tersampaikan secara cepat melalui sinergi bersama maskapai terkait, khususnya dalam proses penjadwalan ulang maupun proses refund sesuai ketentuan masing-masing maskapai," kata Aziz.
Pengendalian operasional juga terus dilakukan melalui AOCC atau Airport Operation Control Center, yang berfungsi sebagai pusat kendali terpadu. Melalui sistem ini, koordinasi antara maskapai, AirNav Indonesia, unsur keamanan, dan unit operasional bandara berjalan dalam satu komando sehingga setiap perkembangan dapat ditangani secara responsif dan terukur.
"Kami mengimbau calon penumpang untuk secara proaktif memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara guna memastikan kelancaran perjalanan," pungkasnya.