Hari Ginjal Sedunia 2026, RS Arsani Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Ginjal

  • 12 Mar 2026 12:14 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Rumah Sakit Arsani Sungailiat menggelar sosialisasi dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Arsani Sungailiat, dr. Mario Gregorius, Sp.PD, FINASIM saat ditemui di kegiatan sosialisasi mengatakan, peringatan Hari Ginjal Sedunia dilakukan setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kerusakan ginjal sejak dini. Ia juga mengatakan seseorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal pengobatannya akan menjadi sangat sulit dan sering kali membutuhkan terapi cuci darah.

"Tujuan sosialisasi ini sebagai pengingat dan supaya kita mencegah jangan sampai kita masuk ke fase dimana kita harus mengalami pengobatan yang lebih serius seperti cuci darah. Kalau itu bisa kita cegah sejak sekarang itu akan sangat baik," katanya kepada RRI.

Selain itu, ia juga mengatakan jumlah pasien gagal ginjal juga terus meningkat setiap tahun. Bahkan ketersediaan mesin cuci darah di Bangka Belitung saat ini belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasien yang terus bertambah. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal dengan cara-cara sederhana.

"Kalau menjaga fungsi ginjal, jagalah kecukupan air yang kita minum setiap hari. Kebutuhan minimal dua liter itu adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebanyakan dari masyarakat minum itu tunggu haus dulu. Dehidrasi berulang-ulang setipa hari itulah yang merusak ginjal kita," katanya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung, dr. Zulfahmi, Sp.JP, FIHA dalam materi sosialisasinya mengatakan penyakti ginjal dan jantung saling berkaitan karena merupakan bagian dari satu kesatuan sistem dalam tubuh. Ia juga mengatakan kerusakan ginjal dapat memengaruhi kesehatan jantung terutama pada penederita hipertensi.

"Jika ginjal rusak dampaknya bisa merembet ke jantung. Pencegahan harus dilakukan dengan menjaga tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi," katanya.

Melalui sosialisasi peringatan Hari Ginjal Sedunia 2026, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus lingkungan agar risiko penyakit ginjal dapat ditekan di masa mendatang.

Rekomendasi Berita