KPHP dan Kemenhut Survey Lahan Kritis untuk "Direhab"

  • 12 Feb 2026 14:49 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sigambir-Kota Waringin DLH & Kehutanan Bangka Belitung, bersama tim Kementerian Kehutanan melakukan survey di kawasan hutan yang berpotensi untuk direhabilitasi.

"Kita melakukan survey, memetakan beberapa kawasan seperti HL Sambung Giri terutama lahan eks tambang yang memliki potensi untuk dilakukan pengayaan, penanaman, perapian lagi lahannya supaya bisa ditanami pohon kehutanan. Tadi juga ada tim pejabat dari Kementerian yang saya dampingi, kata Kepala UPTD KPHP Sigambir-Kota Waringin DLH & Kehutanan Bangka Belitung, Tanaim, kepada RRI, di Sungailiat, Kamis, 12 Februari 2026.

Dalam survey tersebut, Kementerian Kehutanan disebutnya melihat bahwa ada bentang lahan cukup luas yang bisa diperbaiki.

"Mereka lihat memang ada bentang lahan yang cukup luas yang bisa diperbaiki, mereka cari 50 hingga 100 hektar. Silakan saya bilang. Tentu kita sambut baik apalagi daerah kan tidak ada anggarannya, itu untuk dikembalikan tutupan lahannya supaya hijau lagi tutupannya, rehabilitasi lah.

Ditambahkannya, program rehabilitasi lahan hutan tersebut merupakan program Kementerian Kehutanan yang keseluruhan pembiayaannya bersumber dari anggaran pusat (APBN).

"Saya sudah tanya ke Kementerian tadi bahwa ini akan dimulai atau direalisasikan tahun ini juga," ujarnya.

Sementara, seorang warga Sungailiat, Ibnu Abdillah, berharap jika rehabilitasi lahan hutan ini dapat membawa manfaaat positif bagi masyarakat. Dan dia berharap lahan kritis yang nantinya di rehabilitasi tetap dijaga kelestariannya.

"Ini program bagus sekali dan yang paling penting menurut saya ya harus dirawat kalau sudah direhab nanti. Usah banyak contoh lahan reklamasi, lahan yang direhabilitasi malah dirusak laginoleh aktivitas tambang. Jangan sampai menguap uang negara ini, padahal ini upaya yang sangat bagus sekali," ucapnya.

Rekomendasi Berita