Bahas Isu Internasional, Rudianto Tjen Dipanggil ke Istana

  • 05 Feb 2026 10:10 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, anggota Komisi I DPR RI, serta akademisi yang fokus pada kajian hubungan internasional. Kehadiran lintas unsur ini membahas dinamika geopolitik global yang kian kompleks serta posisi strategis Indonesia di tingkat internasional.

Diketahui duduk di Komisi I DPR RI itu membidangi luar negeri. Pertemuan di Istana Negara tersebut juga dikaitkan dengan isu-isu internasional mutakhir, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rudianto Tjen mengatakan, dirinya dipanggil ke Istana bersama para mantan Menteri Luar Negeri untuk membahas Board of Peace serta sikap Indonesia terhadap konflik kemanusiaan di Gaza. 

Ia menegaskan, PDI Perjuangan secara konsisten mendukung terwujudnya perdamaian abadi di wilayah tersebut.

“Dipanggil ke Istana bersama mantan-mantan Menlu untuk membahas BoP (Board of Peace). PDI Perjuangan mendukung perdamaian Gaza, mendukung penghentian perang di Gaza, dan mendukung perdamaian abadi di sana,” ujar Rudianto Tjen dalam keterangan, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace harus tetap berlandaskan pada tujuan awal, yakni perdamaian dan pembangunan, khususnya bagi Gaza. 

“Untuk BoP, selama tujuannya baik untuk perdamaian dan pembangunan Gaza, kita sepakat. Namun jika melenceng dari tujuan awal, Indonesia harus proaktif untuk meluruskannya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers usai pertemuan menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang telah memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. 

Ia menyebut pertemuan tersebut berhasil mencapai kesamaan pandangan mengenai arah kebijakan politik luar negeri Indonesia.

“Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada semua undangan yang bersedia hadir memenuhi undangan Bapak Presiden pada sore juga malam hari ini. Kita bisa mencapai satu pemahaman yang sama tentang arah dan kebijakan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden, khususnya mengenai arah kebijakan politik luar negeri,” ujar Menlu Sugiono.

Rekomendasi Berita