Modus Narkotika Bangka Kian Canggih dan Terselubung

  • 19 Feb 2026 12:10 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID,Sungailiat - Peredaran narkotika di Kabupaten Bangka kian menunjukkan pola yang semakin rapi dan terselubung. Dalam program Jaksa Menyapa Pro 1 RRI Sungailiat, Reski Novianti, S.H., M.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bangka, mengungkapkan bahwa mayoritas kasus yang ditangani melibatkan jaringan dengan sistem kurir.Kamis,19 Februari 2026.

Menurut Reski, penggunaan jasa kurir menjadi modus yang paling dominan. Para pelaku kerap memanfaatkan jasa pengiriman barang melalui pos dengan alamat dan identitas penerima yang tidak jelas. Cara ini dipilih untuk memutus jejak antara pemesan dan pengedar, sehingga ketika paket terdeteksi, sulit langsung mengarah pada aktor utama.

Selain itu, jalur laut disebut masih menjadi pintu masuk yang rawan di wilayah Bangka. Narkotika diselundupkan melalui kapal-kapal kecil melalui pelabuhan - pelabuhan tikus, lalu diedarkan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi. “Ada kendaraan yang sudah disiapkan dengan ruang tersembunyi untuk menyimpan narkotika. Ini tentu menyulitkan proses pengungkapan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem kerja para pelaku kini semakin terstruktur. Kurir, pemesan, dan pengedar sering kali tidak saling mengenal. Komunikasi hanya melalui nomor tak dikenal, dengan instruksi pengambilan barang di titik tertentu. Setelah barang diletakkan, kurir lain akan mengambilnya tanpa pernah bertemu langsung.

Senada dengan itu, Nabila Gustin, selaku Kepala Sub Seksi Penuntutan Pidana Umum Kejari Bangka, mengungkapkan adanya modus kurir udara. Dalam beberapa kasus, narkotika diselundupkan dengan cara dimasukkan ke dalam organ tubuh untuk menghindari pemeriksaan. “Ini sangat berisiko bagi pelaku sendiri, tapi tetap dilakukan demi mengelabui petugas,” jelasnya.

Nabila juga menyoroti tren penggunaan jasa kurir yang sama sekali tidak mengenal pemesan. Biasanya kurir hanya menerima instruksi lokasi penyimpanan barang atau diminta menyerahkan langsung tanpa tahu isi paket. Pola ini membuat jaringan terkesan terputus, padahal tetap berada dalam satu sistem distribusi yang terorganisir.

Yanti, warga Belinyu, mengaku resah dengan pola pengedaran yang semakin canggih. “Kalau sudah pakai jasa kurir dan jalur laut, berarti pengawasannya harus makin ketat. Kami sebagai masyarakat berharap aparat terus tegas,”.ungkapnya.

Rekomendasi Berita