PT Garam Siapkan Sejumlah Proyek Baru Dukung Swasembada Garam Industri 2027
- 13 Mar 2026 21:59 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep — PT Garam terus mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada garam industri pada tahun 2027. Sejumlah proyek pembangunan fasilitas produksi hingga penerapan teknologi baru disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi garam nasional.
Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan mengatakan, dukungan pemerintah, termasuk kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke pabrik PT Garam beberapa waktu lalu, menjadi dorongan moral bagi perusahaan dalam mengejar target tersebut.
"Pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan garam nasional mencapai sekitar 5 juta ton. Target tersebut dinilai cukup menantang, sehingga PT Garam menyiapkan sejumlah langkah nyata guna meningkatkan produksi," katanya saat berdialog Sumenep Menyapa, Jum'at 13 Maret 2026.
Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni melakukan groundbreaking terhadap tiga proyek pembangunan fasilitas produksi pada awal Februari 2026. Proyek tersebut meliputi pembangunan pabrik di Gresik, pembangunan pabrik teknologi MCR di Desa Pangarengan, Kabupaten Sampang dengan kapasitas sekitar 200 ribu ton, serta pembangunan fasilitas produksi di Manyar yang bekerja sama dengan Unilever dengan kapasitas sekitar 100 ribu ton.
Indra menyebut, penggunaan teknologi MCR dipilih karena mampu memproduksi garam industri secara lebih stabil dibandingkan metode konvensional yang sangat bergantung pada cuaca.
"Teknologi ini bekerja dengan cara menyedot air laut secara langsung untuk kemudian diproses menjadi garam industri dalam jumlah besar," katanya.
Selain tiga proyek tersebut, PT Garam juga menyiapkan tujuh proyek tambahan yang direncanakan mulai digarap pada tahun 2026. Salah satunya adalah kerja sama dengan Pertamina untuk memanfaatkan air buangan dari kilang RDMP Balikpapan yang berpotensi menghasilkan garam hingga satu juta ton.
Tidak hanya itu, PT Garam juga akan mengoperasikan kawasan pegaraman di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao dengan luas sekitar 13 ribu hektare yang diperkirakan mampu memproduksi hingga dua juta ton garam per tahun. Pengelolaan kawasan tersebut direncanakan mulai dilakukan pada April 2026.
Menurut Indra, pembangunan fasilitas produksi baru tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui pembukaan lapangan kerja. Untuk proyek di Pangarengan misalnya, diperkirakan akan menyerap sekitar 100 hingga 200 tenaga kerja yang diprioritaskan dari masyarakat lokal.
"Di sisi lain, PT Garam juga terus berupaya meningkatkan kualitas garam agar memenuhi standar industri dengan kadar natrium klorida (NaCl) minimal 97 persen. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan tata kelola air di lahan produksi, intensifikasi tambak, serta penggunaan mesin pencuci garam," ujarnya.
Indra menambahkan, saat ini produksi PT Garam berada pada kisaran 300 hingga 400 ribu ton per tahun. Jika digabungkan dengan produksi petani garam rakyat yang mencapai sekitar dua juta ton, masih terdapat kesenjangan produksi sekitar tiga hingga empat juta ton untuk memenuhi kebutuhan nasional.
"Karena itu, PT Garam juga membuka peluang kemitraan dengan petani garam rakyat guna meningkatkan kualitas produksi agar dapat terserap oleh industri," ucapnya.
Selain peningkatan produksi, PT Garam juga mendorong adanya penetapan harga pembelian pemerintah untuk garam rakyat agar dapat membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Indra berharap, dengan dukungan teknologi, investasi, serta sinergi antara pemerintah, industri, dan petani garam, target swasembada garam nasional pada tahun 2027 dapat tercapai.
Ia juga mengajak para petani garam untuk terus meningkatkan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar industri, terlebih dengan adanya kebijakan pemerintah yang menargetkan penghentian impor garam secara bertahap hingga tahun 2027.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi peluang besar bagi garam dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional secara mandiri.