Dewan Pengawas RRI Tekankan Penguatan Jati Diri Radio dan Kualitas Pemberitaan

  • 13 Mar 2026 21:37 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) M. Rohanudin menekankan pentingnya penguatan jati diri RRI sebagai radio serta peningkatan kualitas pemberitaan dalam pengarahan kepada pegawai RRI Sumenep di Ruang Pertemuan, Jum'at 13 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Rohanudin menyoroti kondisi sejumlah pemancar radio yang tidak berfungsi optimal di beberapa daerah. "Persoalan teknis seperti matinya pemancar dapat berdampak langsung pada hilangnya jangkauan siaran dan menurunnya jumlah pendengar," katanya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke daerah, di mana pemancar FM maupun AM tidak berfungsi sehingga siaran tidak dapat diterima masyarakat. Kondisi tersebut seringkali membuat muncul anggapan bahwa pendengar radio sudah berkurang.

Rohanudin menilai, berkurangnya pendengar belum tentu karena minat masyarakat menurun, tetapi bisa disebabkan layanan siaran yang tidak optimal. Karena itu, ia meminta jajaran RRI memastikan pemancar tetap berfungsi agar masyarakat tetap dapat mengakses informasi dari radio.

Selain aspek teknis, Rohanudin juga menyoroti kualitas pemberitaan di lingkungan RRI. Ia mengingatkan bahwa berita harus dibuat oleh personel yang memiliki kemampuan jurnalistik agar informasi yang disiarkan tetap akurat dan terverifikasi.

Dewas Rohanudin (Kanan) dan Kepala RRI Sumenep Istikomah saat memberikan pengarahan di hadapan karyawan RRI Sumenep.

Menurutnya, ketika tugas jurnalistik dikerjakan oleh pegawai yang tidak memiliki dasar jurnalistik, kualitas berita berpotensi menurun dan memunculkan informasi yang tidak memenuhi standar.

Dalam kesempatan tersebut, Rohanudin menegaskan bahwa jati diri RRI adalah radio. "Saya mengingatkan seluruh pegawai agar tetap menempatkan radio sebagai media utama dalam pelayanan informasi kepada masyarakat," ujarnya menegaskan.

Menurutnya, platform digital seperti portal berita dan media sosial memang penting, namun posisinya hanya sebagai penguat atau amplifikasi dari siaran radio, bukan menggantikan peran utama radio.

Ia juga menyoroti pentingnya pemancar gelombang menengah atau medium wave (MW) terutama di wilayah kepulauan seperti Sumenep yang memiliki lebih dari seratus pulau. Pemancar tersebut dinilai sangat penting untuk menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses internet maupun jaringan FM yang kuat.

Rohanudin menjelaskan, banyak masyarakat di pulau-pulau yang masih mengandalkan radio sebagai sumber informasi dan hiburan. Karena itu, ia mengingatkan agar pemancar MW tetap dijaga keberadaannya.

Selain itu, ia juga mendorong perluasan jangkauan peliputan hingga ke wilayah kepulauan. Menurutnya, RRI daerah perlu memiliki jaringan reporter di berbagai pulau agar informasi lokal dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.

Dalam pengarahan tersebut, Rohanudin turut membahas sistem kerja pemberitaan di RRI yang seharusnya melibatkan peran gatekeeper, penulis berita, jurnalis investigatif, hingga koresponden daerah agar alur produksi berita berjalan lebih terstruktur dan terintegrasi.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara siaran radio dengan Kantor Berita Radio Nasional (KBRN) sehingga informasi yang disiarkan di radio dapat langsung tersambung dengan platform berita nasional milik RRI.

Di sisi lain, Rohanudin menyinggung pentingnya sistem manajemen organisasi yang memberikan kesempatan kepada pegawai berkompetensi untuk berkembang. Ia menilai mekanisme seleksi terbuka atau open bidding dapat menjadi solusi agar posisi pimpinan diisi oleh sumber daya manusia terbaik.

Ia juga mendorong adanya sistem percepatan kenaikan pangkat bagi pegawai yang memiliki kemampuan, sehingga tidak terhambat oleh persoalan administrasi kepangkatan.

Di akhir arahannya, Rohanudin berharap seluruh insan RRI terus meningkatkan profesionalitas serta menghadirkan program-program siaran yang berkualitas dan relevan bagi masyarakat.

"Saya berharap kesejahteraan pegawai RRI dapat meningkat di masa mendatang, termasuk melalui peningkatan tunjangan kinerja. Dengan penguatan sistem siaran, pemberitaan, serta pengelolaan organisasi yang baik. Saya optimistis RRI akan tetap menjadi sumber informasi publik yang dipercaya masyarakat." Ucapnya menutup pengarahan.

Rekomendasi Berita