Santri Annuqayah Raih Juara Pidato Internasional di Malaysia
- 24 Des 2025 12:38 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Dalam ajang UniSZA International Arabic Festival (MIHRAB 2.0) yang digelar Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, santri bernama Mamluatut Tartila berhasil meraih Juara 1 cabang Khithobah (Pidato Bahasa Arab).
Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Indonesia. MIHRAB 2.0 dilaksanakan dalam dua tahap, yakni seleksi online pada 16 November 2025 dan babak final offline pada 18 Desember 2025 di kampus UniSZA.
Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri mengirimkan tiga santri pada tahap awal. Dari seleksi tersebut, Mamluatut Tartila lolos ke babak final dan tampil meyakinkan dengan penguasaan bahasa Arab yang kuat hingga keluar sebagai juara pertama.
Pendamping santri, Ustadzah Faizatin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian ini. “Alhamdulillah, prestasi ini merupakan karunia dari Allah sekaligus buah dari doa para masyayikh, guru, dan orang tua. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Universitas Sultan Zainal Abidin beserta seluruh panitia MIHRAB 2.0 atas ruang, kepercayaan, dan penyambutan yang sangat baik. Profesionalisme, serta kualitas pelaksanaan lomba menjadi pengalaman berharga bagi kami. Penghargaan setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada para dewan juri yang terhormat atas penilaian yang objektif dan penuh kebijaksanaan. Semoga kerja sama dan ukhuwah ilmiah ini akan terus berlanjut.” ujar Ustadzah Faizatin.
Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut mencerminkan nilai-nilai pesantren seperti ketekunan, adab, dan kecintaan terhadap bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan dakwah. Beliau menambahkan bahwa capaian tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar prestasi personal. “Kejuaraan ini bukan semata kemenangan individu, melainkan representasi dari nilai-nilai pesantren: adab, ketekunan, dan kecintaan terhadap bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan dakwah. Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk terus belajar, tetap rendah hati dalam keberhasilan, serta istiqamah dalam mengabdikan ilmu bagi umat,” tambahnya.
Mamluatut Tartila sendiri mengaku bersyukur dan mempersembahkan kemenangan ini untuk pesantren, para guru, serta semua pihak yang telah mendukungnya. Prestasi ini semakin bermakna karena diraih tepat pada Hari Bahasa Arab Sedunia, 18 Desember, menjadi simbol bahwa bahasa Arab terus hidup dan berkembang di kalangan santri.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah atas kesempatan dan kemenangan ini. Terima kasih kepada UniSZA dan seluruh panitia MIHRAB 2.0 atas pengalaman yang luar biasa. Prestasi ini saya persembahkan untuk pesantren, para guru, dan semua yang telah mendoakan serta membimbing saya. Semoga bahasa Arab terus menjadi jalan dakwah dan ilmu bagi kami semua,” ungkapnya. (RIA)