Balap Liar dan Narkoba Dikeluhkan Warga Gerokgak ke Kapolres
- 13 Mar 2026 20:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sejumlah persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi sorotan dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polres Buleleng di Aula Sida Siwa Asram, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Jumat 13 Maret 2026. Warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari balap liar, kecelakaan lalu lintas, peredaran narkoba hingga persoalan pengelolaan sampah.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat. Dalam forum tersebut, warga diberi kesempatan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada aparat kepolisian.
Sejumlah pejabat dan tokoh daerah juga hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Aria, Camat Gerokgak I Gede Ariarimbawa Giri, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Derawi, Danramil 1609-08/Gerokgak Kapten Inf. Made Sudiarcana, kepala puskesmas, para perbekel, tokoh agama, kepala sekolah SMA/SMK, hingga perwakilan pemuda desa.
Dalam sesi dialog, warga menyoroti maraknya balap liar yang dilakukan remaja pada malam hari di sejumlah ruas jalan di wilayah Gerokgak. Kondisi jalan yang lurus dan mulus dinilai sering dimanfaatkan oleh anak-anak muda untuk melakukan balapan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Buleleng menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah yang dinilai rawan balap liar. Selain itu, pengawasan juga akan difokuskan pada pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor tanpa mematuhi aturan lalu lintas.
“Nanti anggota Polsek akan meningkatkan patroli untuk mengantisipasi balap liar yang dilakukan remaja, terutama yang masih di bawah umur,” tegas AKBP Ruzi Gusman.
Selain masalah balap liar, warga juga menyoroti penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut.
Persoalan peredaran narkoba juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Warga berharap kepolisian lebih aktif melakukan sosialisasi dan pencegahan di tingkat desa agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih memahami dampak bahaya narkoba.
Kapolres Buleleng menjelaskan bahwa penanganan kasus narkoba dilakukan melalui pendekatan pencegahan hingga penindakan hukum. Sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar juga akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan.
“Penanganan narkoba dilakukan melalui tiga cara, yaitu preemtif, preventif, dan represif. Ke depan frekuensinya akan kita tingkatkan dengan program sosialisasi ke sekolah-sekolah dan desa yang dianggap rawan,” jelasnya.
Selain isu keamanan, warga juga menyinggung persoalan pengelolaan sampah berbasis sumber yang dinilai masih sulit diterapkan karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga mengusulkan agar anggota PAM Swakarsa di desa diberikan pelatihan pengaturan lalu lintas.
Menanggapi usulan tersebut, Kapolres menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyusun jadwal pelatihan bagi anggota PAM Swakarsa di desa. Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban lalu lintas di lingkungan masyarakat.
“Nanti akan kita tindak lanjuti dengan membuat jadwal pemberian materi dan pelatihan pengaturan lalu lintas bagi PAM Swakarsa,” kata AKBP Ruzi Gusman.
Melalui kegiatan Jumat Curhat, kepolisian berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Forum tersebut juga diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi bersama terkait persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.