Simak Sejarah Hari Supersemar

  • 11 Mar 2026 11:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 11 Maret diperingati sebagai hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Surat itu ditetapkan tanggal 11 Maret 1966.

Pada 11 Maret 1966, Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora. Ketika sidang berlangsung, Panglima Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa melaporkan adanya intel hingga akhirnya sidang diskors dan Soekarno diterbangkan ke Bogor.

Di Bogor, terjadi perbincangan antara tiga perwira tinggi TNI AD utusan Soeharto dengan Soekarno. Ketiga utusan itu menyatakan bahwa Soeharto mampu mengendalikan serta memulihkan kondisi dalam negeri jika diberikan surat tugas atau surat kuasa.

Dalam rangka menanggapi tuntutan itu sekaligus untuk memulihkan situasi politik dan keamanan negara, Presiden Soekarno menerbitkan Surat Perintah tertanggal 11 Maret 1966, yang dikenal sebagai Supersemar. Surat tersebut ditujukan kepada Soeharto.

Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) mendapat instruksi melalui Supersemar untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk menjamin keamanan negara. Surat Perintah Sebelas Maret pun menjadi tonggak lahirnya Order Baru (Orba).

Rekomendasi Berita