Begini Sejarah Peringatan Hari PARFI
- 10 Mar 2026 12:13 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 10 Maret diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Peringatan ini penting bagi dunia perfilman Indonesia.
PARFI adalah wadah bagi para pelaku seni peran serta pekerja film di Indonesia yang bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perkembangan industri perfilman nasional. PARFI berdiri pada awal bulan Maret 1956 dalam kongres yang diadakan para pemain dan pekerja film melakukan kongres pada saat itu.
Para tokoh yang mendirikan PARFI saat itu adalah Usmar Ismail dan Djamaludin Malik. Berpusat di Jakarta, banyak diantara kalangan artis nasional yang bergabung diorganisasi ini.
PARFI juga merupakan suatu organisasi profesi keartisan film Indonesia yang menjadi wadah bagi para seniman seni peran film. PARFI ikut membina kemampuan profesi anggota melalui pendidikan serta latihan maupun sarana lain yang menunjang serta kegiatan-kegiatan sosial yang mampu menjembatani hubungan para artis film dengan masyarakat.
Keinginan para artis untuk membentuk organisasi profesi sudah ada sejak tahun 1940, ketika dibentuk Sari (Sarikat Artist Indonesia). Mereka yang menjadi anggota Sari adalah pemain sandiwara, penari, sutradara, penyanyi hingga pelukis.
Pada tahun 1951, lahir Persafi (Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia). Persafi merupakan wadah lanjutan dari Sari, meski selanjutnya terjadi pula kemandulan, sebelum kemudian lahirlah PARFI pada tahun 1956.
Kongres Pertama embrio PARFI diadakan di Manggari pada tahun 1953. Lahirnya PARFI bermula dari kevakuman kegiatan Sarikat Artis Indonesia (SARI) akibat masuknya Jepang ke Indonesia.
Seiring perjalanan waktu dan menjadi saksi sejarah, pada 10 Maret 1956 PARFI didirikan di Gedung SBKA Manggarai, Jakarta dengan sekretariat di Jalan Kramat V Jakarta Pusat. Ketua Umum pertama PARFI adalah Suryo Sumanto.